Pada tahun 614 M, penduduk Yahudi membantai ribuan orang Kristen setelah penaklukan Yerusalem

Pada tahun 614 M, penduduk Yahudi membantai ribuan orang Kristen yang menolak untuk menyangkal Yesus Kristus setelah penaklukan Yerusalem oleh Kekaisaran Sasaniyah Persia.

Sumber Sejarah

Sumber utama untuk klaim ini adalah sebuah teks yang ditulis oleh seorang biarawan Kristen bernama Antiochus Strategos, yang hidup pada masa penaklukan Yerusalem oleh Sasaniyah.

Catatan dari masa tersebut yang ditulis oleh seorang biarawan bernama Antiochus Strategos melaporkan bahwa setelah bangsa Persia menguasai Yerusalem pada tahun 614, orang-orang Yahudi membeli tawanan Kristen dan membunuh mereka yang menolak untuk menyangkal Kristus serta berpindah keyakinan. Ribuan orang disebut tewas di Mamilla; berbagai sumber memberikan angka total yang berkisar antara 17.000 hingga 90.000 jiwa.

Menurut catatan Antiochus Strategos:

  • Penduduk lokal Yahudi bersekutu dengan pasukan Sasaniyah yang menyerbu untuk melawan Kekaisaran Bizantium, akibat pembatasan agama yang ketat yang diberlakukan oleh pihak Romawi.
  • Setelah kota tersebut jatuh, ribuan tawanan Kristen dilaporkan dikumpulkan di dekat Waduk Mamilla.
  • Strategos mengklaim bahwa pihak Yahudi menawarkan untuk membeli para tawanan tersebut dari orang-orang Persia dan membiarkan mereka tetap hidup jika mereka bersedia menyangkal Kristus dan berpindah ke agama Yahudi. Ketika orang-orang Kristen menolak, teks tersebut menyatakan bahwa mereka dibeli lalu dibantai.
  • Berbagai salinan naskah tersebut memperkirakan jumlah total korban jiwa dari pihak Kristen berkisar antara 17.000 hingga 90.000 orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

  1. Bandingkan dg tentara Salahudin waktu menaklukan Yerusalem, tak ada satu helai rambut pun yg terputus. Anehnya justru skrg umat Kristen memuja Yahudi sbg bangsa pilihan dan membenci Islam gegara salah memahami kedamaian sbg terorisme dan syariat Allah sbg pengekangan HAM …