Ponsel Jared Kushner (Menantu Trump) Diretas, Terungkap Bagaimana Para Diktator Timur Tengah Menyogoknya

Sebuah kutipan mengejutkan dari buku Princes and Thieves yang dimuat di Vanity Fair mengungkapkan bahwa iPhone milik Jared Kushner sempat diretas. Peretasan tersebut membongkar diskusi rahasia di mana Kushner berjanji untuk memajukan agenda Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, dan Presiden UEA, Mohammed bin Zayed, di hadapan Trump—sebagai imbalan atas partisipasi mereka dalam sebuah dana rahasia.

Kedua tokoh kerajaan tersebut dilaporkan mendiskusikan kontribusi dengan nilai lebih dari $10 MILIAR, sebelum akhirnya menyetorkan setidaknya $2 MILIAR ke dalam rekening yang terkait dengan Kushner.

Jared Corey Kushner adalah menantu dari Presiden AS ke-45 dan ke-47, Donald Trump, melalui pernikahannya dengan Ivanka Trump.

Pada masa pemerintahan pertama Trump (2017–2021), Kushner menjadi arsitek utama Perjanjian Abraham (Abraham Accords), yang menormalisasi hubungan diplomatik antara Israel dengan beberapa negara Arab seperti UEA dan Bahrain.

Sebuah buku investigasi terbaru berjudul Princes and Thieves: Jared Kushner and Mohamed bin Zayed’s Secret Plot to Remake the Middle East karya jurnalis Matthew Cole mengungkap tuduhan serius mengenai keterlibatan Jared Kushner dalam transaksi keuangan rahasia bernilai miliaran dolar dengan para penguasa di Timur Tengah saat ia masih menjabat sebagai penasihat senior di Gedung Putih.

Berdasarkan investigasi dan cuplikan buku yang dirilis oleh Vanity Fair pada 23 Oktober 2026, berikut adalah poin-poin utama dari skandal peretasan ponsel tersebut:

1. Peretasan Intelijen Belanda dan Rusia

Awalnya, intelijen militer Rusia (GRU) telah lebih dahulu meretas iPhone milik Jared Kushner. Pada awal 2018, Badan Intelijen dan Keamanan Pertahanan Belanda (MIVD) menemukan data tersebut di server Rusia, lalu berhasil menemukan celah keamanan untuk masuk ke ponsel Kushner. Peretasan ini memungkinkan intelijen Belanda memantau aktivitas layar Kushner secara langsung saat ia menggunakan ponselnya.

2. Rekening Rahasia dan Aliran Dana Jumbo

Saat memantau ponsel Kushner, MIVD mendeteksi bahwa ia menggunakan perangkatnya untuk mengakses rekening bank rahasia di Uni Emirat Arab (UAE):

  • Total Dana: Penguasa UAE, Mohamed bin Zayed (MBZ), dan Pangeran Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), dilaporkan menaruh dana sedikitnya $2 miliar ke dalam setidaknya dua rekening bank untuk kepentingan Kushner.
  • Transaksi Aktif: Rekaman layar menunjukkan adanya pergerakan dan transfer uang senilai lebih dari $700 juta. Dana tersebut dialirkan dari sebuah bank di Azerbaijan guna menghindari undang-undang keterbukaan informasi di Amerika Serikat.
  • Operasi Dana Taktis (Slush Fund): Salah satu rekening (“Alpha account” di First Abu Dhabi Bank) digunakan sebagai dana kebijakan luar negeri rahasia. Kushner bertindak sebagai penandatangan (signatory) pada rekening yang secara resmi dikelola oleh yayasan amal bentukan pemerintah UAE. Dana tersebut diduga dialirkan ke berbagai pihak, termasuk untuk membiayai operasi intelijen terselubung dan pembelian senjata rahasia UAE.

3. Dugaan Pelanggaran Hukum

Sejumlah mantan jaksa penuntut umum dari investigasi Robert Mueller menyatakan bahwa jika Kushner menjanjikan sesuatu atau mencoba memengaruhi kebijakan luar negeri AS demi mendapatkan imbalan dana tersebut, tindakannya dapat dikategorikan sebagai pelanggaran terhadap undang-undang penyuapan federal serta undang-undang agen asing (Foreign Agents Registration Act). Dana masif ini dinilai oleh pengamat intelijen sebagai upaya dari MBZ dan MBS untuk “membeli pengaruh” di dalam pemerintahan AS kala itu.

Tanggapan Pihak Kushner

Pengacara Jared Kushner secara tegas membantah seluruh tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa kliennya tidak pernah melanggar hukum apa pun selama bertugas di Gedung Putih.

BACA SELENGKAPNYA:

https://www.vanityfair.com/story/jared-kushner-hacked-phone-secret-negotiations

https://www.yahoo.com/news/politics/articles/kushner-phone-hack-reveals-middle-203309441.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. Wajah negara2 arab yg katanya paling islam , ternyata mencari perlindungan dgn memberi ‘ SESAJEN ‘ $ 2 milyar kpd mahluk kafir yg sdh terbukti juga memerangi dunia islam dan kaum muslimin.