Pak Prabowo masih di imajinasinya era jadi Letjend, bintang 3 sebelum dipecat dari Pangkostrad. Sepertinya memang pemecatan tidak hormat yang dialaminya menimbulkan trauma luar biasa. Banyak ingatannya tidak berkembang setelah itu.
Bayangan Prabowo tentang Indonesia, masih era itu, tidak lebih tidak kurang. Era dimana warung kelontong susah dijumpai, saya tidak yakin Prabowo tahu ada minimarket bernama Alfamart dan Indomaret.
Ingatan Prabowo terhenti pada era dimana masyarakat sejahtera hanya diukur, “tidak kekurangan sandang pangan”, meskipun berobat cukup dengan resep dan obat yang sama untuk segala penyakit. Dalam narasi Prabowo tadi siang, “rakyat tidak mimpi menjadi kaya”.
Indonesia era puncak karir Prabowo di TNI, era dimana anak-anaknya kesulitan makan, kekurangan gizi kronis . Betul saat ini masih ada, tapi relatif tidak banyak, yang terjadi saat ini lebih banyak keluarga yang kesulitan membiayai sekolah anak mereka, atau sulit mendapatkan sekolah yang bermutu, terutama jenjang pendidikan tinggi.
Dunia dalam imajinasi Prabowo juga dunia bipolar, Amerika dan China, bahkan sepertinya kalau melihat kebijakan luar negerinya, dalam pikiran Prabowo masih USA ansich. Begitulah peta geopolitik dunia pasca perang dingin. Tapi seperti Anda tahu, semua sudah berubah pesat.
Kesediaan “diperintah” memegang map, ditengah sorotan banyak media internasional juga hanya dapat dilakukan oleh orang yang american sentris.
Padahal dunia sudah demikian berkembang, bukan lagi Amerika China, tapi multipolar.
Internasional trade pun, dalam pikiran Prabowo, harga komoditas ditentukan oleh “suatu kekuatan tertentu”, padahal harga mengikuti suplay and demand, dan tentu harga juga ditentukan oleh kualifikasi barang; high value commodities, high value agrikultur, soft and hard commodities. Semakin langka, semakin memiliki value tinggi dengan sendirinya harga juga akan semakin tinggi.
Untuk meningkatkan nilai jual, tidak bisa dengan logika Prabowo, “kita tentukan harga, mau beli silahkan kalau tidak kita simpan buat anak cucu”. Narasi Presiden seperti itu mengakibatkan miliaran dolar investasi yang menguap, dan jutaan lapangan kerja yang hilang.
Eksport Minerba dan sawit, satu pintu ala Prabowo sendiri direspon negatif oleh pelaku pasar tadi siang. Prabowo ingin meniru Tiongkok, tapi bedanya kehebatan Xi Jinping memimpin China telah teruji, sistem dapat dijalankan dengan mulus. Sementara Ceo MBG, Ngurus MBG saja kacau, puluhan ribu anak keracunan diabaikan dan kopdes juga carut marut. Tiap hari Prabowo dikibuli anak buah sana sini, bagaiamana urusan global trading yang sangat kompleks.
Meningkatkan nilai jual komoditas, lebih rasional cara Jokowi dengan program hilirisasinya, dari nikel sampai sawit harus memiliki nilai tambah sebelum di eksport. Sebenarnya Prabowo tinggal melanjutkan ini. Bukan dengan omon-omon jurus dagang VOC.
Jika dirunut, akar dan sumber masalah kekacuan kebijakan Prabowo, karena dua hal, satu tidak memahami problem rakyat bangsa dan negara, kedua tidak siap dengan fakta-fakta brutal yang harus diselesaikan.
Collins dalam Good to Great mencontohkan Sir Winston Churchill PM Inggris yang legendaris itu, pada perang dunia II setelah kejatuhan Prancis ditangan Nazi Jerman, Churchill menyadari kunci kemenangan Inggris, adalah dengan mendapatkan berita akurat dan faktual meskipun pahit.
Oleh sebab itu dia membentuk “Prime Minister’s Statistical Section” untuk mencari, mengumpulkan dan menampung fakta-fakta brutal berbasis data selama Perang Dunia II. Kenapa dia bikin lembaga seperti ini? Untuk menghidari ABS, supaya tidak seperti Josep Stalin dan Hitler, keduanya mengalami kekalahan perang akibat tidak siap menerima berita buruk dari lapangan akhirnya anak buah ABS semua. Akibat data yang salah keputusan yang diambil juga salah.
Selama perang dunia II, Churchill, membiasakan diri tidur setelah mendengar berita-berita paling buruk sekalipun. Dan paginya ia memgambil keputusan akurat berkat kesiapannya mendengar berita dan fakta buruk apapun dari lapangan.
Menurut Collin 28 dari 500 perusahaan Fortune 500, yang kinerjanya biasa menjadi luar biasa dalam 15 tahun berturut-turut adalah perusahaan yang transformasinya dipimpin oleh CEO yang siap mendengar fakta-fakta buruk dan menjadikannya acuan untuk mengambil kebijakan.
Sementara Prabowo, mengundang pakar, ahli, para profesor, jurnalis hebat bukan untuk mendengar fakta kongkrit dilapangan tapi untuk didengar. Jadi sampai kiamat kurang sehari pun, selama di pimpin Prabowo, Indonesia akan tambah ancur jauh dari arah perbaikan.
Indonesia era Prabowo, melihat MBG, KOPDES, dan 514 Batalion pembangunannya, kemudian di tegaskan secara eksplisit dalam pidatonya tadi siang, Indonesia mundur 90 tahun ke era sebelum penjajahan Jepang, dan Prabowo ingin model ekonomi Indonesia sosialis ala Kuba. Dengan masyarakat setara tanpa cita-cita menjadi kaya raya.
Masalah bagi Indonesia paling besar saat ini adalah kepemimpinan Prabowo sendiri. Titik.
(Ahmad Tsauri)

Kata si Aris Wijayantolol ODGJ alias si af alias si Anonim BabRun: “ini nih satu contoh penulis yg suka menjelekkan negaranya sendiri, presidennya sendiri. Rakyat yg suka mengikuti kemauan asing dg tujuan mau menggulingkan presidennya‼️
hdeehhh TerMul…TerWo…level kualitas otakmu memang cuma sebatas perut kenyang dg bansos ya kayak kamu itu sudah makhluknya‼️🤣
kenapa orang itu di kasih mic,tambah kacau mulutnya
Para pakar lintas disiplin ilmu dikumpulin, bukan untuk meminta nasehat tapi untuk mendengarkan curhatan dan menjalankan keinginan nya. padahal disekelilingnya banyak staff ahli yang dibiayai oleh APBN, uang rakyat tuh yeee
Tidak mau mendengarkan pendapat orang lain sering kali memicu konflik, merusak hubungan sosial, dan membatasi sudut pandang Anda dalam menyelesaikan masalah. Sikap ini menciptakan lingkungan yang kurang harmonis dan membuat orang lain merasa diabaikan atau tidak dihargai.Dampak negatif utama dari sikap tertutup ini meliputi :
– Hubungan yang Merenggang:
– Mengabaikan pendapat orang lain dapat memicu perasaan diremehkan,
– yang sering berujung pada hilangnya rasa percaya dan rusaknya komunikasi kecuali para penjilat bokong 🤪
Kesalahan Fatal dalam Pengambilan Keputusan : Kurangnya wawasan baru dan memaksakan kehendak sendiri sering kali membuat Anda terjebak dalam keputusan yang kurang matang.
Prabowo ini Jendral tapi tidak punya ilmu kepemerintahan
mending 11/100, sekarang malah lebih begooo..
1/17.600
memang bangsat pemilih 02.. IQ 76…
Tanggung jawab bangsaaaaaattttt..
bersikap seolah paham & tau cara mengatasi semua masalah, tanpa menyadari sendirinya adalah sumber masalah
SIAPAPUN Yang Memimpin Pilihannya Hanya 2
rasio hutang Eropa dan Amerika jauh lebih besar dari hutang NKRI, bahkan mencapai lebih dari 100% dan mereka nampak baik² saja tuh. nah, kenapa netizen NKRI yang budiman teriak² Indonesia kiamat ?
betul banyak PHK, betul ekonomi lagi sulit, betul harga² naik dan daya beli turun. semuanya betul.
saat ini hanya ada 2 solusi untuk mengatasinya :
1. ambil utang IMF, gadaikan kedaulatan dan kemandirian kita. lanjutkan jadi budak impor. gimana bayarnya? gampang, naikin pajak dan atau jual kekayaan alam dengan harga murah.
2. buat dan percepat program² kemandirian bangsa yang bebas dari impor pangan dan energi, tapi hasilnya masih lama, butuh 2-4 tahun lagi.
mayoritas rezim sebelumnya akhirnya terpaksa pilih cara 1, karena nggak kuat menghadapi teriakan rakyat, nggak kuat menghadapi tekanan asing.
sekarang ada Presiden yang berani pilih cara ke 2, pilihan yang tidak populis, pilihan yang penuh hujatan dan ejekan, bahkan menghadapi ancaman pelengseran, dan nggak bakal didukung karena pahit.
buat kita rakyat Indonesia, pilihan cuma 2, bersabar dan bersyukur.
rizki dari Allah, bukan dari pemerintah, bukan dari negara,
azab dan penderitaan juga dari Allah, bukan dari pemerintah, bukan dari pemimpin.
keluh kesah dan permohonan, sampaikan langsung ke Allah. nggak ada gunanya curhat harga tempe dan plastik mahal di sosmed.
https://www.facebook.com/reel/2720719701648392
Orang Yang IQ rata rata 78 Biasanya Percaya Dengan Media
IMF dkk nyuruh pemerintah berhemat dan pelit anggaran. Dan itu dulu pernah dilakukan, akibatnya, malah ekonomi Indonesia hancur karena uang yg beredar sangat minim.
begitu juga saat covid, mereka nyuruh lockdown total, tapi kita nggak nurut dan ekonomi kita lebih selamat daripada yang lockdown.
sekarang presiden dan Menkeu menolak seluruh saran dari IMF. Bahkan sebelum jadi mentri, Purbaya sudah bilang klo IMF itu bodoh dan sering salah.
logikanya, kalau negara gelontorkan anggaran tapi ekonomi masih terasa sulit, gimana klo duit ditahan dan dihemat? Tambah kering duit di masyarakat.
lagian ini belanja yang desentralisasi, uang digelontorkan ke desa², tidak untuk proyek infrastruktur dan tidak untuk proyek mercusuar seperti IKN
so, cuekin aja gonggongan dari IMF dan the economist. mereka punya track record menjerumuskan kita pada jurang kemiskinan.
mereka suruh kita tutup IPTN, Texmaco, dsb. mereka suruh kita ekspor bahan mentah dan masuk pasar bebas, sehingga pertanian dan peternakan kita hancur dan akhirnya bergantung pada impor.
mereka punya kepentingan, mereka tidak cinta NKRI, mereka musuh NKRI. mereka pernah menghancurkan NKRI. maka kita jangan bodoh dan lugu. jangan mau diatur sama mereka. jangan pedulikan kritikan dan gonggongan mereka.
lihat aja gimana mereka meributkan demokrasi, padahal demokrasi itu sampah. China dan Rusia bisa maju tanpa demokrasi. justru demokrasi yang menghancurkan negara² muslim dan negara² arab. mau jadi apa klo tiap 5 tahun ganti pemain? tiap 5 tahun lahir koruptor baru?
kebijakan pemerintah saat ini mungkin terasa sangat pahit bagi kita, tapi yakinlah bahwa itu adalah obat yg insya Allah akan menyelamatkan kita dalam 3-4 tahun kedepan.
saat kita sudah mencapai swasembada pangan dan energi dalam 3-4 tahun kedepan, sudah melakukan hilirisasi yang meningkatkan nilai jual produk ekspor minimal 10x lipat. insya Allah keadaan kita akan berbalik. uang kita akan banyak dan impor kita rendah. APBN bisa melonjak ratusan persen.
tapi kesuksesan butuh pengorbanan. China juga berdarah-darah di awal. nggak ada yang bisa langsung jadi negara maju tanpa pengorbanan yang besar.
investor penting, tapi mereka bukan segalanya. Indonesia tetap menarik untuk investasi. kaburnya beberapa investor, malah langsung diisi dengan datangnya investor baru yg sukses dilobi presiden saat diplomasi ke luar negri. kabur investor Amerika, datang investor China, Rusia, Eropa, dsb.
IMO, wajib kita percaya dengan diri dan kemampuan kita sendiri ketimbang mendengarkan gonggongan IMF dkk itu. pemimpin² dan SDM kita di bidang fiskal nggak kalah pinter kok dibandingkan IMF dan antek²nya yang bodoh itu.
https://www.facebook.com/reel/911605861789242
Omon² aja. Hidup Anies!
mereka sakit, dan mereka menyangka bisa mengobati sakitnya dengan mencela dan mencaci pemerintah tiap hari
syubhat dari Yaman bukan cuma bibib, ada juga syubhat Anies, yg bisa²nya diyakini bahwa begitu hebatnya orang ini. meskipun 5 tahun di jakarta kemampuanya standar² saja nggak punya gebrakan apa-apa.
bahkan Anies melegalkan hal yang haram dalam Islam, misalnya berjualan di trotoar, jalanan dan di fasilitas umum, melegalkan pemukiman dan bangunan liar.
swasembada beras, dicaci
ekspor pupuk, dicaci,
ekspor listrik, dicaci.
stop impor solar, dicaci
stop impor LPG, dicaci
bikin drone kamikaze, dicaci
bikin rantis maung, dicaci
hilirisasi nikel, dicaci
dapat hibah kapal induk, dicaci
bikin pabrik bus listrik, dicaci
ojol potongan 8%, dicaci
bangun kilang, dicaci
BBM tidak naik, dicaci
apakah kondisi kejiwaan netizen sehat setelah Anies kalah pilpres?
https://www.facebook.com/reel/2331853490637733
Anies memang hebat…, Hidup Anies
Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah strategis dengan menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen. Kebijakan ini diambil untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional di tengah lonjakan harga pupuk global.
Langkah tersebut muncul di saat situasi dunia tengah bergejolak. Sejak Februari 2026, konflik di Timur Tengah memicu penutupan Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar sepertiga perdagangan pupuk dunia. Di saat yang sama, China menghentikan ekspor pupuk nitrogen utama.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut kebijakan ini sebagai bentuk antisipasi pemerintah terhadap krisis global.
“Presiden Prabowo sejak awal sudah melihat bahwa dunia menuju periode ketidakstabilan. Beliau memerintahkan kami untuk tidak menunggu krisis, tetapi mengantisipasinya melalui kebijakan,” ujar Mentan Amran (4/5/2026).
Penurunan harga ini mencakup seluruh jenis pupuk bersubsidi, mulai dari urea, NPK, hingga ZA. Kebijakan ini diharapkan menjaga daya tanam petani sepanjang musim 2026 meski tekanan harga global meningkat.
Dengan langkah ini, alur distribusi menjadi lebih sederhana, dari Kementerian Pertanian ke PT Pupuk Indonesia hingga langsung ke petani. Upaya ini diharapkan mengurangi hambatan birokrasi yang selama ini memperlambat distribusi pupuk.
Kebijakan ini diperkirakan mampu menekan biaya produksi petani hingga ratusan ribu rupiah per hektare per musim tanam. Lebih dari 16 juta petani juga disebut akan mendapatkan akses pupuk yang lebih merata.
https://www.facebook.com/reel/994397723545229
Hidup Anies… Jakarta hebat
Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan berencana menambah kuota Program Magang Nasional periode 2026–2027. Program ini menyasar fresh graduate (D1-S1) guna mendapatkan pengalaman kerja di sektor industri/BUMN. Langkah ini diambil untuk merespons tingginya antusiasme lulusan baru yang kesulitan menembus pasar kerja. Rencana perluasan ini telah dibahas oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya guna memperkuat kesiapan tenaga kerja nasional.
Yassierli mengajukan penambahan 150 ribu kuota, namun ia mengatakan usulan tersebut masih dalam tahap pengajuan anggaran dan menunggu dukungan dari Kementerian Keuangan serta Kemenko Perekonomian.
Tingginya minat terlihat dari pelaksanaan program periode 2025–2026 yang berhasil menjaring 400.000 pendaftar, meski kuota saat itu hanya tersedia untuk 100.000 peserta. Kesuksesan periode sebelumnya tidak lepas dari keterlibatan lebih dari 5.000 perusahaan di seluruh Indonesia dengan jumlah posisi magang yang disediakan perusahaan mencapai 15.045. Pencapaian ini memenuhi target awal yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto untuk mengurangi angka pengangguran.
Fokus utama pemerintah ke depan tidak hanya pada jumlah peserta, tetapi juga pada peningkatan kualitas keahlian melalui pendampingan mentor industri. Selain pengalaman praktis selama enam bulan, para peserta mendapatkan keuntungan berupa uang saku bulanan sesuai standar upah minimum dan sertifikat resmi.
Hal ini menjadikan program tersebut daya tarik utama bagi lulusan sarjana untuk memperkuat kompetensi profesional mereka.
Pemerintah juga sedang mengkaji skema uang saku dengan melibatkan peran aktif sektor swasta serta memperkuat pelatihan vokasi khusus bagi lulusan SMK. Selain magang di sektor industri dan BUMN, Kemnaker terus berupaya meningkatkan kesejahteraan pekerja di berbagai lini, termasuk pekerja outsourcing dan rumah tangga, demi menciptakan ekosistem kerja yang lebih inklusif dan produktif.
“Kita sedang mengkaji untuk melibatkan perusahaan lebih aktif, sehingga sudah mulai ada usulan nanti uang sakunya itu harus ada share kontribusi dari perusahaan, walaupun tentu tidak dominan,” kata Yassierli dikutip dari YouTube Kemnaker, Senin (27/4).
Melalui integrasi antara pengalaman kerja langsung, pelatihan keterampilan, dan dukungan finansial, pemerintah berupaya menghadirkan solusi dalam menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.
https://www.facebook.com/reel/920951734109747
+ Hobby Membully
Sumsub merilis laporan Global Fraud Index 2025 yang menempatkan Indonesia di posisi kedua sebagai negara paling rentan terhadap penipuan di dunia dengan skor 6,53 dari 10.
Data ini menunjukkan masyarakat masih cukup rentan terhadap berbagai modus penipuan digital, mulai dari investasi bodong, pencurian data pribadi, hingga penipuan online lainnya.
Tingginya angka tersebut jadi pengingat bahwa literasi digital dan kewaspadaan masyarakat masih perlu ditingkatkan. Penting untuk lebih hati-hati, tidak mudah percaya, dan selalu memeriksa informasi sebelum bertindak.
Sumber: Global Fraud Index 2025 oleh Sumsub
Didalam Islam, komentar, pendapat dan omongan orang bodoh tidak dianggap.
Karena pasti tidak ilmiyah, pasti tidak berbobot, pasti tidak berdasarkan data, tidak punya latar belakang pendidikan yang cukup, tidak punya kompetensi dan pasti salah dan menyesatkan.
https://www.facebook.com/reel/956644453444037
lu copas dr mana tong?
ngapain lu sibuk ngatur2 rakyat?
yg susah rakyat, Wowo dan keluarga nya mah sdh bergelimang harta😂😂😂
memimpin pilihannya memang hanya 2
1. kalo dinilai rakyat mampu …lanjutkan
2. kalo dinilai rakyat gk mampu…ya MUNDUR COOOOKKK
pingi rasanya nampar wajah buzzer2 kedholiman ini pakai bakiak