Ngapain sih repot-repot? Padahal kalau yang dipamerin uang pecahan dollar, tingginya cuma semata kaki orang dewasa

Tumpukan uang tunai pecahan Rp100.000 senilai Rp10,27 triliun ditata menjulang menyerupai piramida raksasa setinggi 3 meter di Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Uang tersebut dibungkus rapi dalam plastik transparan bertingkat dan menampilkan label dari berbagai bank, termasuk Bank Mandiri, BRI, dan BCA.

Detail Penampakan & Sumber Uang

  • Asal Dana: Hasil sitaan denda administratif, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), serta setoran pajak dari pihak yang melanggar aturan.
  • Eksekutor: Dihimpun oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) Tahap VII.
  • Penyelamatan Lahan: Selain uang tunai, negara berhasil merebut kembali hak penguasaan lahan kawasan hutan seluas 2.373.171,75 hektare yang sebelumnya bermasalah.
  • Penyerahan Resmi: Seluruh uang tunai ini langsung diserahkan kepada Kementerian Keuangan untuk dimasukkan ke kas negara. Prosesi ini disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Jaksa Agung ST Burhanuddin.

Jaksa Agung menegaskan bahwa pameran gunungan uang ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan bentuk transparansi dan bukti nyata komitmen pemerintah dalam mengatasi kebocoran kekayaan alam Indonesia.

Komen makjleb👇

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 komentar

  1. Hasil kerja aparat penegak hukum yg patut diapresiasi , uber terus uang negara ,tanah2 negara yg dirampok dan dikuasai secara tdk sah dan jangan lupa pelakunya juga jangan sampai lolos. Jangan hanya uang yg dicuri yg disita tapi pelakunya justru dilepas , itu sih masih cin cai namanya.

  2. aneh… dapat uang sitaan tapi tdk ada tersangka
    kalo petugas lapangan misal dapat 10 M terus diserahkan ke negara ngaku dpt 5 M bisa kan???
    ayo….mereka bukan malaikat gmna ngawasin mereka bahwa mereka bekerja sdh jujur 😀

  3. ada transparansi dinyinyirin, gaditunjukin nanti dinyinyirin, saya khawatir bukan penyakit hasad namun ketularan kelakuan org khawarij