NEGARA MISKIN BANYAK GAYA, CARI UTANGAN KESANA KEMARI

✍️Made Supriatma

Para politisi dan teknokrat Indonesia semakin putar otak memelintir informasi kebijakan yang mereka ambil. Kapan itu, waktu ke Washington, Purbaya bilang bahwa IMF dan World Bank tawari Indonesia utangan.

Untuk yang ngerti langsung nyengir. Dua lembaga ini adalah lembaga multi-lateral. Mereka dilarang nawarin utang. Sebuah negara harus melamar untuk mendapat bantuan. Kalau IMF, negaranya harus krisis dulu. Kalau World Bank biasanya untuk pembangunan.

Nah, ini Indonesia dapat pinjaman dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). Ini bank multi-lateral juga. Pusatnya di Beijing. Mereka mau kasih pinjaman sekitar Rp 275 triliun. Tapi ini dalam tiga tahun ke depan. Pinjaman ini untuk pembangunan infrastruktur — yang harus disetujui sama AIIB. Jadi, penyalurannya bertahap dan tergantung pada proyek.

Sementara itu, kebutuhan membludak. Kemenhan minta tambahan Rp 195 triliun untuk 2027. Ini akan membuat anggaran Kemenhan menjadi Rp 334 triliun. Ini jumlah yang fantastis! Ya bisa dimaklumi karena Indonesia sedang mau bikin 22 Kodam baru; 750 batalyon tambahan; personil jadi 1 juta. Sebagian besar anak-anak muda tamatan SMA — yang nantinya akan bertani, beternak, miara ikan.

Polisi juga nggak mau kalah. Institusi ini minta tambahan 66,1 triliun. Jadi pada 2027, anggaran Polri akan menjadi Rp 184 triliun. Mereka perlu untuk personil, kendaraan listrik, hingga ke pengamanan pemilu.

Ini semua pengeluaran. Pemerintahan ini memang senang belanja. Keluar negeri ya cari utangan kesana kemari.

Saya sendiri, ketika membaca berita ini mikir kayak gini: Ini sama seperti rumah tangga yang ga mampu beli beras. Terus pinjem Bank Plecit dan ngomong ke tetangga kalau mau renov rumah jadi dua lantai…

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 komentar

  1. Si mbah jumawa sampai ga sadar mengakui ke-tololannya ; ada mentri yang minta anggaran 5 T saya kasih 10 T mana ada presiden kaya dia katanya.