Model bisnis apa sih yang hendak dijalankan Koperasi ini?

80.000 Koperasi

2026 - 2027 seharusnya sudah mulai beroperasi.

2028 setahun berlalu, biasanya model bisnisnya mulai nemu masalah. Tersendat. Jangan tanya soal laba, omset saja tidak jelas. Entah gimana menggaji karyawan-karyawannya. Itu KMP di Blok M Jakarta yang strategis saja sungguh menyedihkan.

2029 pilpres. Lupakan KMP, sudah sibuk dengan janji-janji kampanye, proyek-proyek lain.

Begitulah.

Model bisnis apa sih yang hendak dijalankan koperasi ini? Sampai hari ini mbuh. Jangan-jangan mereka bahkan tidak paham apa itu model bisnis. Baiklah, mereka mungkin lebih fokus yang penting duit ngocor deras. Selesai itu bangunan. Bungkus deh duitnya.

Selamat buat 80.000 kepala desa di seluruh Indonesia, desa kalian mencicil biaya bangunan ini selama 6 tahun, dengan bunga 6%. Sisa berapa dana desa kalian? Aduh duh duh, nggak kebayang jika koperasi ini sepi, gagal, itu biaya operasional dari mana?

Kamu kira gampang bayar cicilan 50 juta sebulan? Tambah biaya-biaya lain. Wah wah, bisa habis itu dana desanya. Selamat deh buat kades-kades seluruh Indonesia, selamat mikirin cicilan utang 🙂

(Tere Liye)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *