Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, baru saja memicu reaksi keras di tingkat internasional setelah mengunggah pesan singkat di platform X (dahulu Twitter) yang berbunyi: “Back to the Stone Age” (Kembali ke Zaman Batu) pada tanggal 2 April 2026.
Pernyataan ini merupakan pengulangan langsung dari ancaman yang dilontarkan oleh Presiden Donald Trump dalam pidato nasionalnya di hari yang sama, di mana Trump berjanji untuk terus membombardir Iran hingga negara tersebut lumpuh secara total.
Konteks Pernyataan
Komentar “Zaman Batu” ini muncul di tengah konflik militer yang sedang berlangsung antara AS-Israel dan Iran (dimulai pada 28 Februari 2026 melalui Operasi Epic Fury).
Dampak Global
Retorika ini bertepatan dengan krisis energi global di mana harga minyak mentah Brent sempat melonjak dan harga bensin di AS melampaui rata-rata $4 per galon akibat gangguan di Selat Hormuz.
Bom Nuklir
Pernyataan Pete Hegseth juga dinilai sebagai ancaman untuk memusnahkan massal Iran dan kemungkinan penggunaan bom nuklir untuk menghabisi Iran.
“Mulut orang luar bisa mencla mencle juga ya. Awalnya mau bantu rakyat iran yang kena opresi dari penguasa, terus bilangnya ganti rezimnya Iran, ini bilang mau balikin jaman batu. Padahal katanya mau jadi pembebas rakyat iran dari rejim zalim kok malah mau dimusnahkan?” komen netizen X.
“Trump mau ganti rezim iran, mo gerakin rakyat iran, eh rakyat AS yg malah turun ke jalan menentang Trump. Trump mo bikin iran kembali ke jaman batu? jgn2 negara dia yg bubar krn hegemoninya runtuh,” komen yang lain.







coba saja. sekali rudal nuklir dilucurkan artinya ngga ada jalan kembali, keadaan ngga bisa dipulihkan. kamu meluncurkan nuklir berarti siap-siap dikeroyok negara nuklir lainnya
lah gaperlu itumah kejahatan kemanusiaan akan banyak yg tewas, cukup gulingkan aja rezim khomeini dan kembalikan ke penguasa iran yg sah yaitu monarki pahlavi pan dulu khomeini menggulingkan pahlavi, simple kan, kalo ga mampu ya gausah di bom atom udeh gila