Logika mereka ini luar biasa sekali. Ada rudal nyasar ke 𝗽𝗼𝘀 𝘀𝗮𝘁𝗽𝗮𝗺 𝗱𝗮𝗻 𝗴𝘂𝗱𝗮𝗻𝗴 𝗮𝗺𝘂𝗻𝗶𝘀𝗶 𝗺𝗶𝗹𝗶𝗸 𝗷𝘂𝗿𝗮𝗴𝗮𝗻 𝗥𝗶𝘆𝗮𝗱𝗵, yang mereka teriakan malah: “𝗞𝗮’𝗯𝗮𝗵 𝗺𝗮𝘂 𝗱𝗶𝗵𝗮𝗻𝗰𝘂𝗿𝗸𝗮𝗻!”
Lho, sejak kapan 𝗽𝗼𝘀 𝗿𝗼𝗻𝗱𝗮 𝗱𝗶𝘀𝗮𝗺𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗶𝘁𝘂𝗹𝗹𝗮𝗵? Sejak kapan 𝗹𝗮𝗻𝗱𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗽𝗲𝘀𝗮𝘄𝗮𝘁 𝘁𝗲𝗺𝗽𝘂𝗿 yang tiap hari dipakai buat ngirim bom ke pasar-pasar Yaman itu tiba-tiba naik pangkat jadi 𝗿𝘂𝗸𝘂𝗻 𝗜𝘀𝗹𝗮𝗺 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗸𝗲𝗲𝗻𝗮𝗺?
Logika mereka itu seperti 𝘁𝘂𝗸𝗮𝗻𝗴 𝗽𝗮𝗿𝗸𝗶𝗿 𝗹𝗶𝗮𝗿. Motor disenggol dikit, dia teriak se-kampung: “𝘞𝘰𝘺, 𝘮𝘢𝘭𝘭 𝘮𝘢𝘶 𝘥𝘪𝘳𝘶𝘣𝘶𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨!” Padahal yang kesenggol cuma 𝗵𝗲𝗹𝗺 𝗯𝘂𝘁𝘂𝘁𝗻𝘆𝗮 yang nangkring di atas motor. Mall-nya masih berdiri, AC-nya masih dingin, pengunjungnya masih ngantri es krim.
Ini adalah penemuan logika paling brilian abad ini: 𝗠𝗲𝗻𝘆𝗲𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗮𝗻𝗱𝗮𝗿𝗮 𝗺𝗶𝗹𝗶𝘁𝗲𝗿 = 𝗠𝗲𝗻𝘆𝗲𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗞𝗮’𝗯𝗮𝗵. Hebat. Dengan rumus yang sama, kalau ban mobil dinas kempes, berarti negara mau kudeta.
Dan yang paling ajaib (atau paling jujur, sehingga tidak bisa ditutupi), ada 𝗽𝘂𝗷𝗶𝗮𝗻 𝘁𝘂𝗹𝘂𝘀 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗔𝗺𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗬𝗮𝗵𝘂𝗱𝗶. Katanya, 𝘀𝗲𝗸𝗮𝗳𝗶𝗿-𝗸𝗮𝗳𝗶𝗿𝗻𝘆𝗮 𝗔𝗺𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗬𝗮𝗵𝘂𝗱𝗶, 𝗺𝗲𝗿𝗲𝗸𝗮 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗺𝗲𝗻𝗮𝗿𝗴𝗲𝘁𝗸𝗮𝗻 𝗠𝗲𝗸𝗮𝗵 𝗱𝗮𝗻 𝗠𝗮𝗱𝗶𝗻𝗮𝗵.
Ya ampun, tulus sekali. Sampai saya terharu. Apakah mereka akan memberikan piagam 𝗣𝗲𝗹𝗶𝗻𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗗𝘂𝗮 𝗞𝗼𝘁𝗮 𝗦𝘂𝗰𝗶 untuk 𝗧𝗿𝘂𝗺𝗽 dan 𝗡𝗲𝘁𝗮𝗻𝘆𝗮𝗵𝘂.
Sejak kapan Amerika jadi 𝗛𝗮𝗻𝘀𝗶𝗽-𝗻𝘆𝗮 𝗠𝗮𝘀𝗷𝗶𝗱𝗶𝗹 𝗛𝗮𝗿𝗮𝗺?
Apakah mereka lupa, atau pura-pura bego ya, 𝗽𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗺𝗶𝗹𝗶𝘁𝗲𝗿 𝗔𝗺𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮 yang paling mentereng di Timur Tengah itu parkirnya di mana? Di halaman siapa? Yang bayar listrik, AC, dan tagihan McD-nya siapa? Yang ngundang mereka pesta barbekyu di tanah Arab sambil ngebom tetangga sebelah itu siapa?
Ada maling yang tidak merampok kulkasmu, padahal dia sudah kamu undang tidur di ruang tamu, kamu kasih kunci brankas, dan tiap hari dia merampok tetanggamu di depan matamu. Lalu kamu bilang dengan bangga: “𝘓𝘪𝘩𝘢𝘵, 𝘮𝘢𝘭𝘪𝘯𝘨 𝘪𝘯𝘪 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪, 𝘥𝘪𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘶𝘳𝘪 𝘬𝘶𝘭𝘬𝘢𝘴 𝘴𝘢𝘺𝘢!” Absurd!
Tapi memang begitulah keadannya, mereka sedang menggenapi Nubuat ini “𝙢𝙚𝙧𝙚𝙠𝙖 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙪𝙣𝙪𝙝 𝙥𝙚𝙢𝙚𝙡𝙪𝙠 𝙄𝙨𝙡𝙖𝙢 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙞𝙖𝙧𝙠𝙖𝙣 𝙥𝙖𝙧𝙖 𝙥𝙚𝙣𝙮𝙚𝙢𝙗𝙖𝙝 𝙗𝙚𝙧𝙝𝙖𝙡𝙖.” (HR Shahih Muslim no. 1064)
Kalau 𝗽𝗿𝗲𝗺𝗮𝗻 𝗯𝘂𝗹𝗲 𝗯𝗶𝗸𝗶𝗻 𝗽𝗼𝘀 𝗱𝗶 𝗸𝗮𝗺𝗽𝘂𝗻𝗴, dia diam. Mingkem. Dianggap 𝘀𝘁𝗿𝗮𝘁𝗲𝗴𝗶 𝗴𝗲𝗼𝗽𝗼𝗹𝗶𝘁𝗶𝗸 𝗰𝗲𝗿𝗱𝗮𝘀 dan 𝗶𝗻𝘃𝗲𝘀𝘁𝗮𝘀𝗶 𝗸𝗲𝗮𝗺𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗷𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮 𝗽𝗮𝗻𝗷𝗮𝗻𝗴. Giliran 𝘁𝗲𝘁𝗮𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗸𝗮𝗺𝗽𝘂𝗻𝗴 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗿𝘂𝗺𝗮𝗵𝗻𝘆𝗮 𝗱𝗶𝗴𝘂𝘀𝘂𝗿, 𝗮𝗻𝗮𝗸𝗻𝘆𝗮 𝗸𝗲𝗹𝗮𝗽𝗮𝗿𝗮𝗻 𝗸𝗮𝗿𝗲𝗻𝗮 𝗱𝗶𝗯𝗹𝗼𝗸𝗮𝗱𝗲 bertahun-tahun, melempar batu ke pos preman itu, langsung dia yang paling kencang teriak dari atas mimbar: “𝘏𝘰𝘶𝘵𝘩𝘪 𝘴𝘶𝘮𝘣𝘦𝘳 𝘧𝘪𝘵𝘯𝘢𝘩! 𝘓𝘢𝘬𝘯𝘢𝘵! 𝘒𝘢𝘧𝘪𝘳!”
𝗞𝗲𝗺𝘂𝗻𝗮𝗳𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗶𝘁𝘂 𝗽𝘂𝗻𝘆𝗮 𝗹𝗲𝘃𝗲𝗹. Level paling bawah adalah 𝗱𝗶𝗮𝗺 𝗸𝗲𝘁𝗶𝗸𝗮 𝗺𝗮𝗷𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗿𝗮𝘁 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗶𝗻𝗷𝗮𝗸 𝗸𝗲𝗱𝗮𝘂𝗹𝗮𝘁𝗮𝗻 𝘁𝗮𝗻𝗮𝗵 𝗡𝗮𝗯𝗶. Level menengah adalah menyebutnya 𝗿𝗲𝗮𝗹𝗶𝘀𝗺𝗲 𝗽𝗼𝗹𝗶𝘁𝗶𝗸. Level paling atas adalah ketika ada 𝗸𝗼𝗿𝗯𝗮𝗻 𝗯𝗹𝗼𝗸𝗮𝗱𝗲 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗹𝗮𝘄𝗮𝗻, kalian pakai nama Allah untuk melaknatnya. Kamu 𝗷𝘂𝗮𝗹 𝗻𝗮𝗺𝗮 𝗧𝘂𝗵𝗮𝗻 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗺𝗲𝗻𝘆𝗲𝗹𝗮𝗺𝗮𝘁𝗸𝗮𝗻 𝗺𝘂𝗸𝗮 𝗬𝗮𝗵𝘂𝗱𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗔𝗺𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮.
Ngomong-ngomong soal sumber fitnah, ini yang paling lucu. Mereka kita ini hobi sekali melaknat orang sebagai 𝘀𝘂𝗺𝗯𝗲𝗿 𝗳𝗶𝘁𝗻𝗮𝗵. Tapi begitu kita buka kitab yang tiap hari dia gembar-gemborkan sendiri — 𝗦𝗮𝗵𝗶𝗵 𝗮𝗹-𝗕𝘂𝗸𝗵𝗮𝗿𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗦𝗮𝗵𝗶𝗵 𝗠𝘂𝘀𝗹𝗶𝗺 — Nabi itu berdoa:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا، اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي يَمَنِنَا
‘𝘠𝘢 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩, 𝘣𝘦𝘳𝘬𝘢𝘩𝘪𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘮𝘪 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘚𝘺𝘢𝘮 𝘬𝘢𝘮𝘪 𝘥𝘢𝘯 𝘠𝘢𝘮𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘮𝘪’
Sahabat tanya: “𝘋𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘕𝘢𝘫𝘦𝘥 𝘬𝘢𝘮𝘪?” Nabi jawab:
هُنَالِكَ الزَّلَازِلُ وَالْفِتَنُ، وَمِنْهَا يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ
‘𝘋𝘪 𝘴𝘢𝘯𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘨𝘦𝘮𝘱𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘧𝘪𝘵𝘯𝘢𝘩, 𝘥𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘴𝘢𝘯𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘵𝘢𝘯𝘥𝘶𝘬 𝘴𝘦𝘵𝘢𝘯 𝘮𝘶𝘯𝘤𝘶𝘭’
Nah, 𝗡𝗮𝗷𝗲𝗱 𝗶𝘁𝘂 𝗱𝗶 𝗺𝗮𝗻𝗮? Buka google Map dan ketik “Nejd” langsung meluncur ke tempatnya! Bukan di Irak, bukan di Teheran, bukan di Sa’dah Yaman. Najed itu 𝗷𝗮𝗻𝘁𝘂𝗻𝗴𝗻𝘆𝗮 𝗿𝘂𝗺𝗮𝗵 𝗷𝘂𝗿𝗮𝗴𝗮𝗻𝗻𝘆𝗮. Di sanalah 𝗽𝗮𝗯𝗿𝗶𝗸 𝗳𝗮𝘁𝘄𝗮 𝗽𝗲𝘀𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗶𝘀𝘁𝗮𝗻𝗮 disebar ke seluruh dunia. Kalau Anda suka bola silakan cek apa nama fans pendukung Al-Nassr FC, ya.. namanya 𝗙𝗮𝗿𝗶𝘀 𝗡𝗮𝗷𝗱 (𝗞𝘀𝘁𝗮𝗿𝗶𝗮 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗡𝗮𝗷𝗱).
Tetapi seperti biasa, kalau hadisnya tidak mempermalukan mereka, mereka akan tolak dengan bermacam alasan! Maka begitu hadis ini keluar, kawan kita mendadak biasanya 𝗯𝘂𝘁𝗮 𝗵𝘂𝗿𝘂𝗳, roaming 𝗺𝗼𝗱𝗲 𝗽𝗲𝘀𝗮𝘄𝗮𝘁. Lidahnya yang tadi fasih melaknat, tiba-tiba keseleo.
Lucu sekali. 𝗦𝘂𝗺𝗯𝗲𝗿 𝗳𝗶𝘁𝗻𝗮𝗵 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗱𝗶𝗰𝗮𝗿𝗶-𝗰𝗮𝗿𝗶 𝗱𝗶 𝗬𝗮𝗺𝗮𝗻, ternyata 𝗮𝗹𝗮𝗺𝗮𝘁 𝗞𝗧𝗣-𝗻𝘆𝗮 𝗱𝗶 𝗡𝗮𝗷𝗱.
Dan ini dalil yang sengaja kalian sembunyikan selama ini untuk menyelamatkan muka majikan kalian. Dari 𝗔𝗯𝗱𝘂𝗹𝗹𝗮𝗵 𝗯𝗶𝗻 𝗔𝗺𝗿𝘂 𝗿𝗮, ia berkata: Aku melihat Rasulullah SAW thawaf mengelilingi Ka’bah dan bersabda:
مَا أَطْيَبَكِ وَأَطْيَبَ رِيحَكِ، مَا أَعْظَمَكِ وَأَعْظَمَ حُرْمَتَكِ، وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لَحُرْمَةُ الْمُؤْمِنِ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ حُرْمَةً مِنْكِ، مَالُهُ وَدَمُهُ، وَأَنْ نَظُنَّ بِهِ إِلَّا خَيْرًا
‘𝘈𝘭𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘩 𝘣𝘢𝘪𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘦𝘯𝘨𝘬𝘢𝘶 𝘥𝘢𝘯 𝘢𝘭𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘩 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘮 𝘢𝘳𝘰𝘮𝘢𝘮𝘶, 𝘢𝘭𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘩 𝘢𝘨𝘶𝘯𝘨𝘯𝘺𝘢 𝘦𝘯𝘨𝘬𝘢𝘶 𝘥𝘢𝘯 𝘢𝘭𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘩 𝘢𝘨𝘶𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘩𝘰𝘳𝘮𝘢𝘵𝘢𝘯𝘮𝘶. 𝘋𝘦𝘮𝘪 𝘡𝘢𝘵 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘫𝘪𝘸𝘢 𝘔𝘶𝘩𝘢𝘮𝘮𝘢𝘥 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘪 𝘵𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯-𝘕𝘺𝘢, 𝘴𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶𝘩 𝘬𝘦𝘩𝘰𝘳𝘮𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘶𝘬𝘮𝘪𝘯 𝘪𝘵𝘶 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘢𝘨𝘶𝘯𝘨 𝘥𝘪 𝘴𝘪𝘴𝘪 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘳𝘪𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘬𝘦𝘩𝘰𝘳𝘮𝘢𝘵𝘢𝘯𝘮𝘶; 𝘩𝘢𝘳𝘵𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘳𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢, 𝘥𝘢𝘯 𝘢𝘨𝘢𝘳 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘦𝘳𝘱𝘳𝘢𝘴𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘪𝘯𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘣𝘢𝘪𝘬𝘢𝘯.’ — (𝘚𝘶𝘯𝘢𝘯 𝘐𝘣𝘯𝘶 𝘔𝘢𝘫𝘢𝘩, 𝘯𝘰. 3932)
Ingat ya.. yang kalau hadis di atas sahih, maka yang bicara itu 𝗥𝗮𝘀𝘂𝗹𝘂𝗹𝗹𝗮𝗵 𝗦𝗔𝗪 𝘀𝗲𝗻𝗱𝗶𝗿𝗶, bukan ulama Syiah, bukan pasukan Houthi. Beliau yang mengatakan 𝗸𝗲𝗵𝗼𝗿𝗺𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗿𝗮𝗵 𝘀𝗲𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗺𝘂𝗸𝗺𝗶𝗻 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗮𝗴𝘂𝗻𝗴 𝗱𝗮𝗿𝗶𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗞𝗮’𝗯𝗮𝗵 𝗶𝘁𝘂 𝘀𝗲𝗻𝗱𝗶𝗿𝗶.
Sekarang lihat 𝘀𝘁𝗮𝗻𝗱𝗮𝗿 𝗴𝗮𝗻𝗱𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗺𝗮𝗹𝘂𝗸𝗮𝗻 itu:
Ketika 𝟱𝟬 𝗿𝗶𝗯𝘂 𝗽𝗲𝗻𝗱𝘂𝗱𝘂𝗸 𝗚𝗮𝘇𝗮 𝗱𝗶𝗯𝗮𝗻𝘁𝗮𝗶, kalian 𝗱𝗶𝗮𝗺.
Ketika 𝟯𝟳𝟳 𝗿𝗶𝗯𝘂 𝗮𝗻𝗮𝗸-𝗮𝗻𝗮𝗸 𝗬𝗮𝗺𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗹𝗮𝗽𝗮𝗿𝗮𝗻 𝗸𝗮𝗿𝗲𝗻𝗮 𝗱𝗶𝗯𝗹𝗼𝗸𝗮𝗱𝗲 𝗸𝗲𝗷𝗮𝗺 𝗿𝗲𝘇𝗶𝗺 𝗦𝗮𝘂𝗱𝗶, kalian 𝗺𝗶𝗻𝗴𝗸𝗲𝗺.
Ketika 𝗱𝗮𝗿𝗮𝗵 𝗺𝘂𝗸𝗺𝗶𝗻 𝗱𝗶𝘁𝘂𝗺𝗽𝗮𝗵𝗸𝗮𝗻 𝘀𝗲𝘁𝗶𝗮𝗽 𝗵𝗮𝗿𝗶 𝗱𝗲𝗺𝗶 𝗸𝗼𝗻𝘁𝗿𝗮𝗸 𝘀𝗲𝗻𝗷𝗮𝘁𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗽𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗔𝗺𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮, lidah kalian 𝗸𝗲𝗹𝘂 𝘀𝗲𝗽𝗲𝗿𝘁𝗶 𝗮𝘆𝗮𝗺 𝘀𝗮𝘆𝘂𝗿.
Tapi giliran ada 𝘀𝗮𝘁𝘂 𝗿𝘂𝗱𝗮𝗹 𝗛𝗼𝘂𝘁𝗵𝗶 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗱𝗶𝗰𝗲𝗴𝗮𝘁 𝗱𝗶 𝗹𝗮𝗻𝗴𝗶𝘁 𝗠𝗲𝗸𝗮𝗵 — rudal yang targetnya adalah 𝗳𝗮𝘀𝗶𝗹𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗺𝗶𝗹𝗶𝘁𝗲𝗿 𝗿𝗲𝘇𝗶𝗺, 𝗯𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗶𝘁𝘂𝗹𝗹𝗮𝗵 — kalian langsung teriak histeris, nangis bombay, bawa-bawa megaphone dan laknat Tuhan, seolah 𝗞𝗮’𝗯𝗮𝗵 𝗺𝗮𝘂 𝗿𝗼𝗯𝗼𝗵.
Bagi 𝗥𝗮𝘀𝘂𝗹𝘂𝗹𝗹𝗮𝗵, 𝘀𝗮𝘁𝘂 𝗻𝘆𝗮𝘄𝗮 𝗺𝘂𝗸𝗺𝗶𝗻 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗺𝗮𝗵𝗮𝗹 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗞𝗮’𝗯𝗮𝗵. Bagi kalian, 𝘀𝗮𝘁𝘂 𝗽𝗮𝗴𝗮𝗿 𝗯𝗮𝗻𝗱𝗮𝗿𝗮 𝗺𝗶𝗹𝗶𝗸 𝗠𝗕𝗦 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗺𝗮𝗵𝗮𝗹 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗿𝗮𝘁𝘂𝘀𝗮𝗻 𝗿𝗶𝗯𝘂 𝗻𝘆𝗮𝘄𝗮 𝗺𝘂𝗸𝗺𝗶𝗻.
Jadi begini kesimpulannya: 𝗥𝘂𝗺𝗮𝗵 𝗯𝗲𝘀𝗮𝗿 𝗶𝘁𝘂 𝗕𝗮𝗶𝘁𝘂𝗹𝗹𝗮𝗵, 𝗮𝗺𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗻𝘁𝗼𝘀𝗮. Yang sedang kebobolan itu 𝗽𝗼𝘀 𝘀𝗮𝘁𝗽𝗮𝗺𝗻𝘆𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗵𝗼𝗯𝗶 𝗺𝗮𝗹𝗶𝗻𝗴 𝗶𝗻𝘃𝗲𝗻𝘁𝗮𝗿𝗶𝘀 𝗿𝘂𝗺𝗮𝗵, 𝗺𝗲𝗻𝗴𝘂𝗻𝗱𝗮𝗻𝗴 𝗽𝗿𝗲𝗺𝗮𝗻 𝗹𝘂𝗮𝗿 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗽𝗲𝘀𝘁𝗮 𝗱𝗶 𝗵𝗮𝗹𝗮𝗺𝗮𝗻, 𝗱𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝘆𝗶𝗸𝘀𝗮 𝘁𝗲𝘁𝗮𝗻𝗴𝗴𝗮. Kalau pos satpamnya dilempar batu, jangan teriak rumahnya mau roboh.
Kalian tidak sedang 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗹𝗮 𝗮𝗴𝗮𝗺𝗮, kalian sedang membela 𝗦𝗮𝘂𝗱𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗸𝘂𝘁𝘂 𝗔𝗿𝗮𝗯𝗻𝘆𝗮, yang bahkan saat kiamat kurang dua hari, mental mereka tetap suka rela menjadi “𝗷𝗼𝗻𝗴𝗼𝘀 𝗔𝗺𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮!”







Dan fitnah yg paling keji dr gerombolan salafi mudkholi ini adalah rakyat Gaza harus mengungsi keluar dr tanah Palestina dan membiarkan Israel mencaploknya, itu berkat fatwa Syaikh Al Albani yg mereka ghuluw-i setengah mati …
apakah pendukung bani saud ini jg teriak ketika Masjidil Aqsa diinjak² zionis?
10000000000% TIDAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK
Ali bajrie ngumpet 😂
kami nunggu arahan kaka pembina …
SIAAPP INI KAKA PEMBINANYA BEOL DULU LAGI SAKIT PEYUT!!
korban kebrutalan irgc dan milisi siah di suriah dan yaman ya jutaan jauh lebih brutal dari kebiadaban zionis israel
lho…jadi israel lbh baik dari syiah? dalil quran dan hadistnya bos…
btw MBS itu salafy kah?
mentok, mentok! 🤣
lho…loh….dulu bani saud nyerang mekkah madinah…bajir darah tuh kota……sejahat2 ottoman..sebidaah bidaah ottoman tidak pernah bikin kota itu banjir darah…syiah fatimiyyah menguasai mekkah madinah juga ngga sejahat bani saud……
ya Allah hancurkan salafi dan syiah
Kalian tidak sedang 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗹𝗮 𝗮𝗴𝗮𝗺𝗮, kalian sedang membela 𝗦𝗮𝘂𝗱𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗸𝘂𝘁𝘂 𝗔𝗿𝗮𝗯𝗻𝘆𝗮..
☝️☝️
klian membela mreka & rajin melaknat saudara sendiri..!!
Ini liar binasa namanya mah. 😂