Logika PAN yang ngotot membela MBG ternyata semudah itu dipatahkan oleh Mas Dosen

Di acara dialog KOMPAS TV, Eddy Soeparno selaku Wakil Ketua MPR Fraksi PAN mengibaratkan BGN atau MBG merupakan sebuah bus yang perlu diganti supirnya karena ugal-ugalan, tapi bus itu tidak perlu dihentikan.

Sementara Media Askar Wahyudi dosen di Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik UGM dan pegiat MBG Watch berpendapat bahwa jika BGN diibaratkan sebagai sebuah bus, maka seharusnya bus tersebut harus berhenti terlebih dahulu, masuk bengkel, sebelum melanjutkan perjalanan. Dan tidak semua siswa butuh bus karena rumahnya deket. Ada pula siswa yang butuhnya perahu.

[VIDEO]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 komentar

  1. anggota dewan saat ini hanya memikirkan perutnya sendiri otaknya gak dipakai, yg penting jangan sampai di PAW aja krn berbeda pandangan dengan pemerintah. alias cari aman aja yg penting tetap jd aleg duduk manis dan dapat gaji gedeee bulanan

  2. Sejak kapan anggota DPR menjadi jubir pemerintah? Mas Eddy mungkin perlu sekolah lg dr SMP apa fungsi DPR … DPR seharusnya menampung keluhan masyarakat spt yg disampaikan bung Media, utk dilakukan raker dg pihak pemerintah terkait, bukan malah membela mati2an program pemerintah. Bahkan mengsumsikan mbg spt sebuah sekolah itu jg salah besar …

  3. ada anggota DPR nyuruh pemerintah genjot PJK ke rakyat. DPR ( dewan perwakilan rakyat ) harus nya membela rakyat kan mereka wakil nya rakyat. aneh kan….???

  4. kasihan…. deh lho…..
    nyoblos paling rajin, dengan harapan yang dicoblos bisa mewakili dirimu, ternyata….. dengan mudahnya mereka berkhianat….. 🤣

  5. eitsss…… nanti dulu……
    bukankah rezim sudah perhatian terhadap rakyat Konoha ❓
    ✍️ dapat makan bergizi
    ✍️ dapat bansos
    ✍️ BBM disubsidi
    ✍️ listrik disubsidi
    ✍️ sekolah gratis lewat dana bos dan sekolah rakyat
    ✍️ berbagai macam beasiswa

    • sudah saatnya kalian manut
    • sudah saatnya kalian katut
    • sudah saatnya kalian nurut
    seperti burung perkutut yang lagi kentut