Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto anjlok drastis berdasarkan hasil survei terbaru dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dan Indikator Politik Indonesia yang dirilis pada akhir Juli 2026. Kedua lembaga riset kredibel ini sama-sama merekam penurunan tajam (longsor) kepercayaan masyarakat dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir.
Perbandingan Angka Survei Terbaru
| Aspek Penilaian | Hasil Survei SMRC (Periode 5â19 Juli 2026) | Hasil Survei INDIKATOR (Periode 14â24 Juli 2026) |
|---|---|---|
| Puas / Sangat Puas | 51,1% (Turun 30,1% dari November 2025 yang sebesar 81,2%) | 49,5% (Turun sekitar 18% dari April 2026 yang sebesar 68%) |
| Tidak / Kurang Puas | 46,9% (Meningkat tajam dari sebelumnya hanya 16%) | 48,8% (Hampir mengimbangi persentase masyarakat yang puas) |
| Tidak Tahu / No Response | 2,1% | 1,6% |
Penyebab Utama Penurunan Kepuasan Publik
Berdasarkan analisis dari data SMRC dan Indikator Politik, ada tiga faktor krusial yang membuat penilaian publik memerah:
- Kondisi Ekonomi Rumah Tangga: Mayoritas masyarakat mengeluhkan situasi ekonomi nasional yang semakin sulit di tingkat mikro. Program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) juga mendapat sorotan tajam karena dinilai menyedot porsi APBN yang sangat besar.
- Kemunduran Stabilitas Politik: Persepsi publik terhadap kondisi politik nasional anjlok. SMRC mencatat publik yang menilai kondisi politik baik kini tersisa 13,5% saja, jatuh dari angka 35,8% pada akhir tahun lalu.
- Buruknya Penegakan Hukum & Korupsi: Sentimen negatif masyarakat meningkat akibat maraknya kasus korupsi dan penegakan hukum yang dianggap belum adil atau tidak konsisten. Indikator Politik mencatat sebanyak 42,9% responden menilai pemberantasan korupsi saat ini berada di kategori buruk.
Pihak Istana melalui Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) menyatakan bahwa pemerintah menghormati hasil riset ini dan akan menjadikannya sebagai bahan evaluasi kebijakan.







Smoga pola hasil survei-survei tersebut dapat berlanjut, s’hingga menjadi tamparan kras bagi pemrintahan agar bekerja dengan penuh k’hati-hatian ðĪē
kondisi “politik baik” kini tersisa 13,5% saja, klo 2029 wowo nyapres lagi, perolehan suara maksimal 11%, ga menutup kemungkinan bisa 1 digit