Kenapa menutup pabrik rokok bukan solusi?

Ada yang bilang “banyak yg ributin rokok di sosmed, kenapa gak demo aja buat nutup pabriknya?”

Lalu ditanggap dr.rahadianfaisal:

“Kenapa menutup pabrik rokok bukan solusi? Karena efeknya terlalu radikal dan masif. Maka solusinya ya edukasi bahaya rokok, pembatasan area merokok, perketat aturan iklan rokok, dll agar demand rokok menurun. Demand turun, industri rokok turun perlahan, pekerjanya secara bertahap akan beralih ke industri lain. Ketergantungan negara dari industri rokok juga turun perlahan.”

SAYA TANYA KE GOOGLE:

“Apakah aturan ketat merokok di negara-negara maju bisa menurunkan jumlah perokok?”

JAWABAN GOOGLE AI:

Ya, aturan ketat terbukti efektif menurunkan jumlah perokok di negara-negara maju. Kebijakan seperti kenaikan harga/cukai tinggi, kemasan polos tanpa merek, serta larangan merokok di tempat umum berhasil menekan angka prevalensi perokok secara signifikan.

Faktor Utama Penurunan Perokok

  • Kenaikan Harga Signifikan: Pajak tinggi pada produk tembakau memaksa perokok pemula dan masyarakat berpenghasilan rendah untuk berhenti atau tidak mulai merokok.
  • Pembatasan Ruang Publik: Larangan merokok di kantor, restoran, dan transportasi umum membatasi kebiasaan perokok sekaligus memunculkan norma sosial yang menolak asap rokok di ruang bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 komentar

  1. susah, wong pemda juga banyak yang ga peduli. orang ngeroko sembarangan dibiarin, ngga ada tuh mereka bikin larangan merokok di ruang publik, boro² ngasih ruang khusus perokok

    1. @suka tanya..
      pada dasarnya 22nya kurang lebih sama..!! knapa perlakuannya beda..!?

      yg paling simple.. yg bakar tembakau y yg mrokok aj..!! yg bakar minyak mesin y yg mrokok ad, yg ga mrokok jg ad..!!

      makanya ga ad yg protes..!! 🤣🤣

      1. @..?? ad lg sih bang.. klo komen sbelumnya yg simplenya.. nah kali ini yg rumitnya..!!

        pabrik rokok bisa ditutup.. asal mampu bayar kompensasi yg besar utk petani tembakau.. pngusaha rokok.. buruh pabrik.. & mrelakan khilangan pendapatan yg besar dari pajak & cukainya.. dll dsb..

        nah klo tambang ditutup.. yg bakal dihadepin ialah prusahaan² besar & “org² kuat dibumi”..

        sama² tau klo banyak peperangan dibumi ikut melibatkan yg namanya “emas hitam”.. “mreka” ga akan trima khilangan cuan kekayaan “mreka” bgitu aj.. kompensasi yg diminta mungkin bisa membuat “negara bubar”..
        😅😅

        yahh gitu dehh..!!

  2. kalo harga, masih blum ngaruh banget. akan ada banyak rokok murah pengganti, legal atau ilegal dengan harga miring. orang cuma akan geser merk. Terbukti banyak rokok 10-15rb merk ganti² nongol terus tiap satu tumbang. Percuma juga pembatasan dan razia karena petugasnya perokok semua. Akan “kompromi” juga ujung²nya.
    solusinya justru harus ekstrim, buat rokok dobel dan tinggi kandungan, biar mampus skalian. Karena orang gak akan berhenti kecuali kapok, kultur kita juga kudu kapok dulu.

  3. yang merokok di tempat umum, kasih denda tinggi kaya di Singapura atau Australia, kan pemerintah daerah lagi bingung cari duit, nah daripada majakin macem2, denda gede aja tu para perokok

  4. sesusah memberantas korupsi
    sesusah menghilangkan narkoba
    sesusah memberantas judol
    sesusah menghilangkan KKN
    sesusah menerima kritikan
    sesusah mematikan mic
    🤓🤓🤓🤣🤣🤣🤪🤪🤪🤪😍😍