Israel has destroyed 37,836 homes, killed 2,000+ people, and murdered 250+ children in Lebanon.
It’s only been 40 days.
Data terbaru hingga 13 April 2026 menunjukkan dampak kemanusiaan yang sangat berat di Lebanon setelah lebih dari 40 hari eskalasi besar yang dimulai pada 2 Maret 2026.
Berikut adalah rincian data korban dan kerusakan yang diverifikasi dari otoritas kesehatan dan lembaga internasional:
Korban Jiwa dan Luka-luka
- Total Korban Tewas: Kementerian Kesehatan Publik Lebanon melaporkan setidaknya 2.055 orang tewas sejak 2 Maret.
- Korban Anak-anak: Sedikitnya 165 anak tewas. UNICEF memperingatkan bahwa sekitar 600 anak telah tewas atau terluka dalam periode ini.
- Korban Wanita: Tercatat sekitar 252 wanita tewas.
- Tenaga Medis: Setidaknya 53 tenaga kesehatan tewas saat bertugas.
- Total Luka-luka: Lebih dari 6.588 orang mengalami luka-luka.
Kerusakan Bangunan dan Pengungsian
- Penghancuran Rumah: Israel telah mengumumkan niat untuk menghancurkan seluruh rumah di desa-desa perbatasan Lebanon untuk membangun zona penyangga. Data satelit dan laporan lapangan menunjukkan penghancuran sistematis di wilayah selatan. Sebagai konteks tambahan, Bank Dunia memperkirakan lebih dari 100.000 rumah rusak atau hancur dalam konflik sejak Oktober 2023.
- Pengungsian Massal: Lebih dari 1 juta orang (sekitar seperlima populasi) terpaksa meninggalkan rumah mereka. Saat ini, sekitar 140.682 pengungsi tercatat berada di 684 tempat penampungan resmi.
- Infrastruktur Sipil: Jembatan-jembatan utama di atas Sungai Litani telah diledakkan, memutus akses wilayah selatan dari wilayah Lebanon lainnya. Sebanyak 5 rumah sakit terpaksa ditutup akibat serangan langsung atau ancaman keamanan.
Situasi ini terus memburuk meskipun ada pengumuman gencatan senjata antara AS dan Iran pada 8 April, karena Israel menegaskan bahwa operasi militer di Lebanon tetap berlanjut.







af : yg nulis kadrun