Iran Berhasil Tembak Jet Siluman F-35 Seharga Rp2 T Milik AS

Teheran, 20 Maret 2026 – Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim berhasil menghantam jet tempur siluman tercanggih milik Amerika Serikat, F-35 Lightning II, di wilayah udara tengah Iran pada Kamis dini hari. Insiden ini menjadi pukulan signifikan bagi superioritas udara AS dalam konflik yang sedang berlangsung sejak akhir Februari 2026.

Menurut pernyataan resmi IRGC yang dirilis melalui situs berita mereka, jet F-35 tersebut diserang sekitar pukul 02:50 waktu setempat menggunakan sistem pertahanan udara canggih Iran yang telah ditingkatkan secara masif. IRGC menyatakan pesawat mengalami kerusakan serius, dengan kemungkinan tinggi jatuh atau crash, meskipun nasib pastinya masih dalam penyelidikan. Mereka juga merilis video yang diklaim menunjukkan radar lock-on dan peluncuran rudal ke arah target.

Ini merupakan insiden pertama kali Iran berhasil mengenai jet F-35 AS sejak perang dimulai pasca pembunuhan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada 28 Februari lalu. Iran menyebut keberhasilan ini sebagai bukti kemampuan pertahanan udara mereka yang telah “menghancurkan reputasi” jet siluman termahal dunia tersebut.

Sementara itu, dari pihak Amerika Serikat, US Central Command (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa sebuah F-35 yang sedang menjalankan misi tempur di atas Iran terkena tembakan musuh—diduga dari Iran—sehingga terpaksa melakukan pendaratan darurat di pangkalan udara AS di Timur Tengah. Pilot dilaporkan selamat dan dalam kondisi stabil, sementara pesawat mendarat dengan selamat meski mengalami kerusakan. Investigasi sedang berlangsung, dan AS belum mengakui pesawat jatuh sepenuhnya seperti klaim Iran.

Jet F-35, khususnya varian F-35A yang digunakan Angkatan Udara AS, memiliki nilai unit sekitar $95–110 juta USD (tergantung konfigurasi combat-ready dan lot produksi terbaru). Dengan kurs USD/IDR saat ini sekitar Rp16.900–Rp17.000 per dolar (berdasarkan data pasar 20 Maret 2026), harga satu unit F-35 setara dengan Rp1,6–1,9 triliun. Dalam konteks berita ini, sering disebut melebihi Rp2 triliun jika memasukkan biaya tambahan seperti engine, modifikasi, dan peralatan pendukung.

Keberhasilan Iran mengenai aset sekelas ini menandai eskalasi besar dalam konflik AS-Israel melawan Iran. Kedua belah pihak saling klaim kemenangan propaganda: Iran memamerkan kemampuan anti-stealth mereka, sementara AS menegaskan misi tetap berjalan dan pilot aman. Fog of war masih tebal, dengan video dan detail independen belum sepenuhnya terverifikasi.

Insiden ini semakin memperkeruh situasi regional, di mana serangan udara dan rudal terus berlangsung intens.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar