Iran akan mengumumkan zona terbatas di luar Selat Hormuz dalam beberapa hari mendatang.
Komandan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Jenderal Mohsen Rezaei, menyatakan bahwa negaranya akan mengumumkan zona terbatas di luar Selat Hormuz dalam beberapa hari mendatang dan memasukkan kapal mana pun yang mencoba melintasi wilayah tersebut tanpa izin dari Iran ke dalam daftar sanksi.
Dalam wawancara dengan saluran televisi pemerintah IRIB yang disiarkan pada Minggu (6/9/2026) malam, Rezaei mengatakan bahwa zona tersebut akan membentang dari “garis awal blokade angkatan laut AS hingga wilayah Selat Hormuz dan ke dalam Teluk Persia di sisi lain (selat tersebut).”
Kapal-kapal yang memasuki zona itu tanpa koordinasi dengan Iran, tambahnya, akan menghadapi sanksi yang berdampak pada cakupan asuransi serta pelayaran mereka di masa depan melalui jalur air tersebut.
Rezaei menggambarkan langkah ini sebagai bagian dari perubahan strategis yang lebih luas dalam pendekatan Iran terhadap perang dan diplomasi, yang bertujuan meningkatkan tekanan terhadap Washington.
Pejabat keamanan tersebut menegaskan bahwa Selat Hormuz sepenuhnya tertutup, seraya menepis klaim AS bahwa kapal-kapal dan tanker minyak melintasi jalur air tersebut sebagai sebuah “kebohongan.”
Meskipun mengakui adanya sejumlah kapal yang mencoba melintasi selat melalui rute di dekat Oman—sering kali dengan mematikan sistem navigasi untuk menghindari deteksi—Rezaei mengatakan sebagian besar kapal tersebut “mendapat serangan.”
Namun, ia menambahkan bahwa Iran tidak berniat menenggelamkan kapal-kapal itu untuk saat ini karena alasan lingkungan.
Rezaei lebih lanjut mengungkapkan bahwa Iran telah melakukan uji coba penembakan rudal anti-kapal perusak buatan dalam negeri untuk pertama kalinya di atas kapal induk AS pada 48 jam yang lalu; ia menyebutnya sebagai peringatan bahwa blokade angkatan laut AS memiliki kerentanan.
“Rudal khusus itu menciptakan situasi bak neraka bagi pihak Amerika, dan mereka pun melarikan diri,” ujarnya.
Rezaei menyatakan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup kecuali Amerika Serikat mengambil langkah nyata untuk memenuhi kewajibannya berdasarkan nota kesepahaman perdamaian yang ditandatangani antara Teheran dan Washington pada bulan Juni.
Dalam beberapa hari mendatang, tambahnya, sebuah koridor internasional baru yang ditetapkan oleh Iran dan Oman untuk pelayaran melalui selat tersebut akan diumumkan, dengan penekanan bahwa koridor itu akan berada di bawah pengelolaan Iran.








Nubuwat Nabi melaknat syiah rafidhah, terbukti Majusi syiah Iran, bencana bagi Arab dan Islam. semoga Allah binasakan. mereka, sampai akhir zaman, akan selalu hasad thd bangsa Arab dan Islam, karena dipermalukan dalam perang Qadisiyah oleh Umar RA. Arab, sdh beri garansi, AS tdk boleh gunakan pangkalannya utk serang Iran. jahanam Iran, terlihat takut serang Israel, karena merasakan dasayatnya serangan balik, semua pemimpin Iran terbunuh atas data mossad. Suriah, diancam, kalau masuk lebanon, tapi Israel bombardir Hizbullah, jadi ayam sayur. sekarang, dzolimir AS, akan balas Iran “Tanker vs Tanker”, Iran makin hancur… pemujanya di sini, sebentar lagi, akan menyaksikan, Iran kibarkan bendera putih…