Kelompok Ansar Allah atau Houthi dari Yaman kembali menunjukkan ketangguhan mereka sebagai gerilyawan tangguh di medan perang. Baru-baru ini, mereka meluncurkan serangan rudal balistik pertama ke posisi militer Israel sebagai bentuk solidaritas langsung terhadap Iran dan poros perlawanan (Axis of Resistance) melawan agresi Zionis dan Amerika Serikat.
Houthi, yang berakar dari gerakan perlawanan rakyat Yaman melawan korupsi dan intervensi asing, telah berkembang menjadi kekuatan asimetris yang disegani. Dengan pengalaman bertahun-tahun melawan koalisi Saudi-AS, mereka kini ikut aktif dalam perang melawan Iran. Serangan terbaru ini menegaskan komitmen mereka: “Tangan kami berada di pelatuk,” seperti yang berulang kali disampaikan pemimpin mereka.
Didukung semangat anti-imperialisme yang selaras dengan Republik Islam Iran, Houthi mampu memproduksi rudal jelajah, drone serang, dan senjata anti-kapal secara lokal. Meski menghadapi serangan udara berat dari AS dan Israel, mereka tetap tangguh berkat medan Yaman yang sulit, taktik gerilya cerdas, serta dukungan strategis dari Iran. Kemampuan mereka mengganggu jalur perdagangan Laut Merah sebelumnya telah membuktikan bahwa kelompok kecil sekalipun bisa memberikan pukulan besar bagi musuh-musuh umat Islam.
Solidaritas Poros Perlawanan
Partisipasi Houthis dalam perang ini semakin memperkuat front bersama Iran, Hizbullah, dan kelompok perlawanan lainnya. Serangan mereka ke Israel bukan hanya aksi militer, melainkan pesan politik kuat bahwa perlawanan terhadap pendudukan Zionis dan hegemoni Amerika tidak akan pernah padam.
Meski musuh berusaha melemahkan mereka melalui blokade dan bom, Houthis tetap berdiri tegar membela kedaulatan Yaman dan mendukung perjuangan Palestina serta Iran. Ketangguhan gerilyawan Yaman ini membuktikan bahwa tekad dan keyakinan ideologis sering kali mengalahkan superioritas senjata musuh.
Perlawanan Houthis semakin menegaskan bahwa Axis of Resistance semakin solid menghadapi agresi. Dunia kini menyaksikan bagaimana rakyat Yaman yang sederhana mampu menjadi duri dalam daging bagi kekuatan besar.







bagaimana dg sunni yaman, apakah gak maslaah memerangi dan membunhi sunni asalkan memerangi israel setelahnya