Hilangnya rasa malu

Robohnya rasa malu

Hal-hal begini, semakin lama semakin dipertontonkan terang-benderang. Tidak ada lagi malu-malu. Lantas pelaku dan pendukungnya berceloteh, semua sudah sesuai aturan, semua orang berhak duduk di jabatan tsb, bla bla, sudah lolos seleksi, dll.

Tapi kalau kamu mau mikir simpel, ini tuh menyedihkan.

1. Siapa yang menyeleksi anakmu ini? BKPSDM Kabupaten Malang? Yang jelas-jelas Kepala Dinasnya adalah anak buah Bupati?

2. Kamu ber-argumen punya kompetensi? S3 lingkungan hidup? Duuh, bahkan saat kamu S7 dari Universitas Mars, merasa sangat berkompeten, ada satu hal yang kamu benar-benar luput: etika. Lagian, kalau kamu merasa berkompeten, toh ada banyak sekali pekerjaan lain.

3. Bapaknya itu pejabat publik. Indonesia ini tuh bukan Kerajaan, bukan perusahaan pribadi, kita tuh pemerintahan publik. Menggunakan uang rakyat, pajak, utang. Paham tidak sih? Seharusnya, bapaknya bisa menahan diri melantik anaknya sendiri. Kayak nggak ada orang lain loh. Dan anaknya, bisa menolak kesempatan tersebut. Ada banyak sekali pekerjaan di dunia ini loh.

Itulah yang disebut etika. Tidak perlu pakai UU, dll. Simpeeeel banget, cukup pakai etika kamu bisa melihat situasinya.

Hampir 30 tahun Indonesia ini reformasi, dulu mati-matian melawan KKN, hari ini, crazy, ujung ke ujung KKN kembali. Ponakan presiden bisa dititipkan ke kementerian, lantas pindah ke BI. Anak presiden bisa calon jadi wapres, mantu, dll dsbgnya. Atas kacau, bawahnya nyontoh kacau. Bahkan urusan bansos, pegawai desa, ujung ke ujung hobi KKN.

Dan semua orang merasa punya pembenaran. Kan kan yg milih rakyat. Kan kan punya kompetensi. Kan kan hasil seleksi. Kan kan…. Kalau urusan beginian, jago banget ngelesnya. Dan rakyatnya, begitulah, bukannya anti KKN, pejabat-pejabat model begini, keluarganya masih dia pilih lagi.

Ambyar.

25 tahun lebih reformasi, coba sini tunjukkan di mana sih majunya Indonesia ini? Tahun 1997 dulu China itu dibawah kita, pendapatan per kapita, dll. Hari ini, kita kebanting sekali. Kok bisa? Karena negerinya suka KKN, rakyatnya hobi jejeritan disuap amplop, sembako saat pemilu.

(Tere Liye)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. af alias aNTEK fUFUFAFA alias aNAK fUCK BabRun alias Babi guRun dan si Anonim yang jadi pendukung berat Jokodok plonga plongo raja ngibul Mulyono dan pendukung berat Wowo aNTEK asing raja Omon Omon tetap dong dg pembelaannya kepada pelaku KKN yg ikut akan meruntuhkan negeri ini‼️