by Erizal
JK (Jusuf Kalla) istilah Minangnya “tabik suga”. Kesal, marah, muak, dan lain sebagainya. Tabik suga dengan Jokowi, apalagi dengan termul-termul. Termul-termul memang eksplisit disebut JK.
Orang yang “tabik suga”, kadang ekspresi marahnya, muaknya, dan kesalnya, lebih dulu daripada kata-kata. Kata-katanya kadang sudah tak beraturan, tapi masih ditangkap dan dikenali. JK menumpahkannya hari ini.
“Bukan karena Jokowi saya jadi Wapres, tapi karena saya maka Jokowi bisa jadi Gubernur. Kalau tidak jadi Gubernur, mustahil jadi Presiden. Saya yang membawa Jokowi ke Jakarta, dan minta Bu Mega mencalonkan Jokowi.”
Faktanya, karena dirinya menyinggung kasus ijazah Jokowi, ia dilaporkan terkait potongan video ceramah di UGM. Ini ditegaskan JK. JK muak dengan kasus ijazah Jokowi yang bertele-tele ini, dan dia tak memiliki kepentingan.
JK memperlihatkan WA Rismon yang ingin bertemu (sebelum Rismon balik badan), tapi dia tolak. Dia tak ada urusan. Termasuk Roy Suryo yang ingin bertemu, juga ditolak. “Masak saya memberi Rismon uang 5 miliar, kenal saja tidak!” Tegas JK.
Terlihat sekali JK ingin kasus ijazah Jokowi yang sudah berlarut-larut ini cepat selesai. Apa susahnya kasih lihat selembar ijazah itu? Ia kena. SBY kena. AHY kena. Puan kena. Megawati kena. Semuanya kena. Sudah tak logis.
JK juga menyebut nama Megawati berkali-kali dan “silakan dicek kepada beliau,” kata JK. Megawati juga dikhianati, tegas JK. Semua dibongkar JK.
Tapi 5 tahun bersama Jokowi sealam jadi Wapres, itu yang tak mau (belum) dibongkar oleh JK. Agaknya JK juga masih menyimpan kartu sendiri pula. (ERIZAL)







kita pendukung wowo nyimak aja perkelahian termul dan kadrun hahahaha seruuu