Dari Palestina, terima kasih Spanyol πŸ‡΅πŸ‡Έβ€οΈπŸ‡ͺπŸ‡Έ

✍️Catatan dari warga Palestina Fares Abulebda:

Saya bukan penggemar sepak bola.

Saya tidak menghabiskan hari-hari saya mengikuti pemain, statistik, atau setiap turnamen. Sepak bola tidak pernah menjadi bagian terbesar dalam hidup saya.

Tetapi terkadang, suatu negara membuat Anda merasakan sesuatu yang jauh lebih dalam daripada pertandingan sepak bola.

Hari ini, Spanyol mencapai final Piala Dunia untuk kedua kalinya dalam sejarahnya.

Jutaan orang akan merayakan momen ini karena pertandingan, para pemain, dan impian mengangkat trofi.

Tetapi bagi banyak warga Palestina, Spanyol menjadi istimewa karena alasan lain.

Karena ketika Gaza mengalami masa-masa tergelapnya, ada suara-suara di Spanyol yang menolak untuk diam.

Dari Madrid hingga Barcelona, ​​Valencia, Sevilla, dan banyak kota lainnya, orang-orang memenuhi jalanan membawa bendera Palestina, menyerukan keadilan dan menuntut agar penderitaan keluarga Palestina tidak diabaikan.

Pada saat politik di seluruh dunia sering dibangun di atas kepentingan dan perhitungan, Spanyol memilih, dalam banyak momen, untuk menempatkan kemanusiaan di pusatnya.

Tidak ada yang mengklaim bahwa negara mana pun sempurna, dan tidak ada posisi politik yang tanpa kompleksitas. Namun Spanyol menjadi salah satu suara Eropa yang paling jelas berbicara tentang hak-hak Palestina, mengakui Negara Palestina, dan mengambil langkah-langkah yang mencerminkan keinginan untuk menghentikan aliran senjata dan memungkinkan suara solidaritas didengar di jalan-jalan dan ruang publiknya.

Bagi warga Palestina, momen-momen ini tidak akan terlupakan.

Karena ketika Anda mengalami penderitaan, Anda ingat siapa yang berpaling… dan Anda ingat siapa yang memilih untuk berdiri di samping Anda.

Jadi hari ini, ketika saya mengatakan: Selamat, Spanyol.

Saya tidak hanya mengucapkan selamat kepada tim nasional yang mencapai final Piala Dunia.

Saya mengucapkan selamat kepada orang-orang yang membuka jalan mereka untuk kemanusiaan, suara-suara yang membela hak warga Palestina untuk hidup bermartabat, dan semua orang yang menunjukkan bahwa belas kasih masih hidup.

Pertandingan sepak bola berakhir.

Trofi pada akhirnya akan berdebu.

Tetapi kenangan akan mereka yang berdiri bersama Anda selama momen-momen tersulit Anda akan tetap abadi.

Selamat, Spanyol.

Anda mendapatkan rasa hormat di hati kami sebelum Anda mendapatkan tempat lain dalam sejarah sepak bola.

Dari Palestina, terima kasih Spanyol. πŸ‡΅πŸ‡Έβ€οΈπŸ‡ͺπŸ‡Έ
Terima kasih telah berdiri bersama kemanusiaan, telah membuka jalan-jalan Anda untuk solidaritas, dan telah mengingatkan kami bahwa dunia masih memiliki orang-orang yang peduli.

Fares Abulebda
15 Juli 2026

fb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar