Curhat guru: MBG mengganggu jam pelajaran TK

Membaca info ini jadi melihat masalah lebih besar lagi soal MBG.

Masalahnya bukan sekadar jam datang MBG yang tidak pas.

Ini menunjukkan bahwa program yang mengklaim memperbaiki gizi anak justru dapat mengorbankan hal lain yang lebih penting, seperti proses belajar, keselamatan, dan akal sehat.

Kalau makanan datang pukul 08.30, sementara ritme biologis (dengan asumsi anak telah sarapan) dan jadwal belajar anak TK mengalokasikan waktu makan sekitar 09.30, sekolah akhirnya dipaksa memilih: mengikuti jadwal MBG (dengan resiko menggangu proses belajar) atau lanjut proses belajar dan makan MBG nanti (dengan resiko keracunan MBG).

Guru pun berada dalam posisi sulit, lebih aman menghentikan pembelajaran dan memberi makan lebih awal daripada menanggung risiko ketika terjadi masalah keracunan. Setelah itu, konsentrasi anak buyar dan waktu belajar terpotong.

Lalu bagaimana MBG hendak memperbaiki kualitas gizi dan masa depan anak jika pelaksanaannya justru mengganggu kualitas pendidikan dan membebani guru dengan risiko yang bukan mereka ciptakan?

Ini bukan sekadar menolak pemberian makanan bergizi. Justru sebaliknya, program yg habisin uang negara seharusnya dirancang mengikuti kebutuhan anak dan sistem pendidikan, bukan sekolah dipaksa menyesuaikan diri dengan logistik program yg memang salah desain.

Ketika desain kebijakan membuat guru harus memilih antara keselamatan, jadwal belajar, dan makanan, yang dikorbankan bukan cuma waktu belajar anak. Akal sehat ikut masuk dalam daftar korban.

(Ahmad Arif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

20 komentar

  1. Anonim BabRun TerWo KAFIR: “kreatif banget sih kadrun ini buat cerita karangan yg terus membangun opini untuk menjelekkan junjungan sekaligus sesembahan ku ttg MBG ⁉️”

    Netizen Cerdas: “Eh Anonim TerWo GUOBLOKKKK…lu itu berobat ke RSJ sana lho biar cepat sembuh ODGJ nya‼️😜😂😝🤣

  2. pemerintah sdh punya program dan waktu standar nasional, seharusnya pihak sekolah menyesuaikan waktu belajar dan mengajar. kalok waktunya diubah sesuai selera, akhirnya mkn yg dibutuhkan anak bisa kemasukan bakteri dan jadi penyakit. yg disalahin lagi pemerintah, kadrun emang seneng nya nyinyir bae 🤣

    1. eeehhh…tuh kan komennya si Anonim BabRun TerWo KAFIR ini MASIH TETAP GUOBLOKKKK‼️
      Ngoahahaha…⁉️😝😂😜

    2. Emang waktu program dan waktu standar nasional di sekolah, seperti apa nyet?? coba jelaskan detailnya ke gua sama referensinya ya!! monyet tolol!!

  3. ya tinggal dikondisikan ajasih itu perkara sederhana knapa dipermasalahkan, besok2 kalo azan dan waktu isoma nanti disalahin sebab mengganggu jam pelajaran atau jam pekerjaan, kan tinggal dikondisikan saja, gitu aza kok refot

    1. kan tololnya maksimal, yg ada aktivitas lain yg menyesuaika waktu sholat, gak bakal ada yg berani nyalahin waktu sholat, … nenek lu yvkafir itu juga gak bakal

  4. Padahal wowo bikin program ini tadinya cuma buat memberi gizi kepada golongan kasta hina terendah yang goblok akut model terwo rasis di sini, circle nya saja yg salah gunakan jadi dibisnisin.

  5. drunnnn drunnn tolol amat jadi kadal, justru bagus kalo embege datang lebih cepat di awal jam pelajaran jadi lebih higienis dan blm terkontaminasi dan lebih bergizi, jadi aman dikonsumsi, paham drun?

    1. lah, kan bisa datangnya siang atau saat akan pulang. kalau dikasih di awal pemblajaran, anak-anak malah tidak fokus saat pemblajaran. terwo paham hal ini, tidak? béggo mémang 😂😂😂😝😝😝🤣