Blokade Selat Hormuz, Bukti Kegagalan AS

🇮🇷🇺🇸Memblokade Jalur dari dan menuju ke Selat Hormuz oleh AS saat ini bukan bukti AS kuat, tapi itu bukti bahwa semua opsi lain yang sudah dicoba AS telah gagal.

Opsi militer, opsi diplomasi, opsi tekanan, dll. Semua gagal menundukkan Iran dan melemahkan perlawanan Iran.

Dari opsi pergantian rezim menuju opsi bajak laut, membuktikan kelemahan AS yang sangat kasat mata. AS tidak bisa berbuat banyak didepan pilihan keteguhan perlawanan Iran.

AS saat ini bukan sedang mencekik Iran, tapi dia sedang mencekik seluruh dunia karena berhentinya aliran energi dari dan ke selat Hormuz. Termasuk mencekik dirinya sendiri. Ini adalah tindakan sangat bodoh.

Dunia membutuhkan Minyak Iran dan banyak negara membutuhkan Selat Hormuz, tapi AS memilih memblokade dengan asumsi bahwa itu akan melemahkan Iran, padahal itu adalah kejahatan perang dengan mencekik seluruh dunia.

Iran justru menjalankan taktik cerdas, Iran tidak menutup total Selat Hormuz, tapi mengubahnya menjadi rute penting berbayar bebas untuk semua selama mereka tidak memiliki hubungan dengan AS dan Israel.

Mencekik Selat Hormuz ala AS saat ini adalah sama dengan mencekik dirinya sendiri, harga minyak dan gas di AS dan Eropa terus melonjak dan AS akan segera menyadari kekeliruan ini dan akan segera berhenti dengan sendirinya.

Dunia menyadari apa yang dilakukan AS adalah kecerobohan dan efek frustasi karena gagal menundukkan Iran. Makanya tidak ada satupun Negara yang membantu AS saat ini dalam misi ini di selat Hormuz.

Berbagai cara AS lakukan untuk menekan Iran agar menyerah lalu menerima tuntutan tuntutan AS selamanya akan menjadi mimpi dan halusinasi. Iran tidak akan menyerah, Iran hanya sedang memainkan strategi perang lanjutan untuk survive dan tegak.

Semua cara yang telah dicoba AS ke Iran sama sekali tidak berhasil, dan AS- Israel saat ini juga telah mengurangi upaya pembunuhan tokoh tokoh Iran, karena juga terbukti tidak efektif dan justru yang terjadi adalah backlash.

AS dan Israel juga sekarang menyadari bahwa opsi militer juga semakin tidak populer dan efektif untuk menekan pemerintah Iran, karena sejauh manapun perang berlanjut, akan tetap diladeni Iran.

Semua capaian minim yang diraih AS saat ini baik di lapangan, maupun di meja perundingan, atau juga dengan ancaman. Terbukti tidak berjalan dilapangan dan Iran yang terus tegak berdiri bahkan terus mencetak kemajuan politik dan GeoPolitik.

Israel juga sama, gagal di Iran, gagal di Lebanon, dan gagal juga dalam diplomasi. Israel saat ini ada di persimpangan jalan masa depan yang dikorbankan demi ambisi kekuasaan Netanyahu.

Di Lebanon saat ini, pukulan demi pukulan diterima Israel, puluhan pasukan mati, ribuan luka, ratusan tank kebanggaan lenyap, dan ekspansi yang mentok tidak ada kemajuan dengan korban yang terus meningkat ditangan HZB.

Apa yang sedang ingin dicapai AS dan Israel saat ini adalah “Maximum Impact” dari kebijakan Trump sejak awal terhadap Iran “Maximum Pressure”. Semuanya tidak berjalan sesuai rencana.

Kapal-kapal induk kebanggaan AS pulang ke kandangnya dengan luka di badannya akibat hantaman balistik Iran, tapi luka di Pentagon jauh lebih dalam lagi dari luka di badan kapal.

Bahkan saat AS ingin mengirim satu kapal induk lagi USS George HW Bush, AS harus memilih rute lewat jalur yang jauh melalui Afrika, dan AS dipaksa menjauh dari perairan selat Gibraltar dan laut Mediterania yang merupakan jalur normal ke timur tengah, karena takut dihantam oleh Balistik kelompok Houthi di Yaman.

Opsi militer yang gagal, diplomasi yang gagal, ancaman yang tak lagi didengar, dan reputasi yang hancur. Sedangkan Selat Hormuz masih tertutup dan masih dalam kekacauan tanpa bisa diatasi AS.

Memilih opsi memblokade Selat Hormuz dan pelabuhan Iran saat ini membuktikan kelemahan AS yang telah gagal dalam banyak opsi lainnya di lapangan selama 41 hari perang. Dan langkah ini akan segera mencekik dirinya sendiri.

Mengancam, menekan, retorika yang kacau, dan meninggikan suara yang dipraktekkan AS selama ini, itu semua bukan gaya dan ciri ciri pemenang, itu adalah ciri ciri pecundang.

(Tengku Zulkifli Usman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. Dia yg mulai menyerang dia pula yg minta gencatan senjata dan negosiasi , itu saja sdh menunjukan bukti kekalahan. Lantas negosiasipun masih saja mau menunjukkan superioritas padahal dia ada di posisi yg ‘meminta’.