AS sampai saat ini belum berani memulai perang kembali dengan Iran

AS sampai saat ini belum berani memulai perang kembali dengan Iran. Begitu juga Israel.

Padahal, gencatan senjata yang diperpanjang sepihak oleh Trump kemarin tidak diakui oleh Iran. Iran masih menganggap sekarang masa perang dengan AS telah kembali.

Semalam, Iran juga menahan 3 kapal asing di selat Hormuz, dan sedang dalam interogasi. Kapal kapal telah di setop dan masih tidak ada yang bisa melintas Selat Hormuz.

AS belum berani memulai perang, terpaksa mengulur waktu, dan terus berusaha membujuk Iran ke meja negosiasi. Walaupun gagal.

Iran lebih fokus memperkuat angkatan bersenjata dan balistik untuk menghadapi perang lanjutan, tanpa peduli dengan ceasefire versi Trump.

AS tidak berani menyerang Iran saat ini kerena kondisinya tidak diuntungkan. Iran mengancam menutup juga bab Al Mandeb dan ini sedang serius dikordinasikan dengan Houthi.

AS terus bertingkah aneh, ditengah kondisi kalah dan tidak punya banyak pilihan, AS masih saja mendesak Iran agar menyerahkan uraniumnya. Sangat konyol.

Sedangkan Iran terus bersikap tidak bernegosiasi dengan AS soal Uranium juga isu lainnya termasuk Hormuz. Pilihan Iran sangat jelas, mempertahankan hak hak Iran walaupun harus lanjut berperang.

Harga minyak dunia saat ini naik menjadi $105/barel. Ini menunjukkan kondisi pasar yang pesimistis dengan semua kebijakan Trump, AS dianggap tidak mampu menghandle Iran.

Perang bisa berkobar lagi kapan saja. Tapi kondisi internal AS saat ini yang juga kacau, pemecatan pejabat pertahanan dan Pentagon terus berlanjut dan yang terakhir mengundurkan diri adalah Menteri angkatan laut Laut John C Vellan. Ini semakin memperburuk konflik internal Pentagon di tengah perang dengan Iran.

AS dan Israel tidak tau lagi perang ini akan dibawa kemana, tapi Iran jelas sudah mengendalikan situasi di lapangan dan lebih mengendalikan perang ini saat ini.

TZU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *