APBN Sampai Akhir Oktober Minus Rp 497,7 Triliun

MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Oktober 2025.

Sampai 31 Oktober, defisit APBN sebesar Rp 497,7 triliun.

Defisit terjadi saat Belanja (Pengeluaran) lebih tinggi dari Pendapatan.

Rinciannya hingga Oktober 2025:

  • Penerimaan negara = Rp 2.113,3 triliun
  • Sedangkan belanja negara = Rp 2.593 triliun
  • Sehingga defisit = Rp 497,7 triliun


“Angka defisit ini berada dalam batas aman dan terkendali, jauh lebih rendah dari target outlook APBN sebesar 2,78 persen dari PDB,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (20/11/2025).

Dari sisi penerimaan, angkanya lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 2.247,6 triliun.

Penerimaan terdiri dari:

  • Perpajakan yang tercatat Rp 1.708,3 triliun, mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun lalu yang tercatat Rp 1.749,3 triliun.
  • Sedangkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) hingga akhir Oktober mencapai Rp 402,4 triliun dan tahun lalu tercatat Rp 477,7 triliun.

Seperti diketahui, defisit APBN tahun ini ditargetkan 2,78 persen terhadap PDB.

Defisit terjadi saat belanja lebih tinggi dari pendapatan.

Dalam APBN 2025, pemerintah menargetkan:

  • Belanja negara dalam sebesar Rp 3.527,5 triliun
  • dan Pendapatan negara Rp 2.865,5 triliun.
  • Sehingga defisit anggaran sepanjang tahun ini mencapai Rp 662 triliun.

(Sumber: TEMPO)

Komentar