Oleh: Fauzan Inzaghi
72 jam kedepan menentukan, karena jika Iran mampu menyelesaikan perang dengan tetap bertahan, maka yang paling diuntungkan adalah negara-negara Arab, Turki dan Pakistan, karena proyek ZIONISME (ISRAEL RAYA) ga bisa buru-buru menyasar negara sunni, dan ini akan sangat menguntungkan kerjasama NATO ala SUNNI, kerjasama militer yang digagas 3 negara Pakistan, Saudi, dan Turki. ๐ต๐ฐ๐ธ๐ฆ๐น๐ท
Dimana Pakistan punya memiliki benteng nuklir yang membentengi negara lain, Turki punya teknologi militer yang maju, Saudi punya dana dan energi yang mampu mempercepat perkembangan proyek teknologi dan pertahanan militer apapun. Perpaduan yang sangat berbahaya jika mampu dimaksimalkan. Dan sekarang lagi ada penjajakan terhadap Mesir ๐ช๐ฌ.
Tentu saja jika ini jadi kenyataan, negara manapun akan berhitung puluhan kali untuk menggangu kemandirian politik negara tadi (NATO ala SUNNI), hanya kerapuhan persatuan dalam internal satu-satunya celah.
Makanya proyek ‘NATO SUNNI’ ini harus diaborsi sebelum lahir, tapi untuk mengaborsinya ancaman yang lebih jelas bagi ISRAEL harus dihabisi lebih dahulu, siapa lagi kalau bukan Iran, makanya mereka (AS-ISRAEL) sedang bermain dengan waktu dalam menghancurkan Iran.
Dan sayangnya mereka (AS-ISRAEL) tidak menyangka kalau orang Persia ini tidak bisa ditaklukkan semudah itu, dan sampai hari ini berhasil bertahan.
Jika dalam dialog di Islamabad ini membuat Iran mampu bertahan (tidak takluk), maka NATO SUNNI pasti akan lahir, dan ancamannya mungkin berkali lipat dari Iran. Bayangkan mereka harus berhadapan dengan kekuatan yang punya duit, punya teknologi, punya teman, punya energi, dan punya nuklir, bukankah akan sangat sulit?
Maka jangan heran SETANYAHU ngotot kalau IRAN harus segera dieksekusi, karena ini mengenai eksistensi ISRAEL sebagai negara, makanya mereka sudah dari sekarang menyiapkan dana perang melawan Turki, bahkan dalam sidang Parlemen mereka mengatakan, setelah kita selesaikan ancaman EKSTRIMIS SYIAH, maka selanjutnya EKSTIRMIS SUNNI, dan tentu saja anggota NATO SUNNI yang jadi sasaran.
Dan bagusnya ditengah kondisi ini, anggota NATO SUNNI makin mempercepat upaya konsilidasi, mumpung lawan mereka lagi sibuk dan gila dengan sifat patriotik orang Persia, makanya umat islam itu harus berterimakasih pada IRAN, mereka telah menjaga salah satu tsaqhr (benteng) penting diperbatasan kuasa kekaisaran Romawi, karena dengan pengorbanan mereka negara lain punya kesempatan membangun.
Dan bukan tidak mungkin, dimasa depan akan ada negara lain yang ikutan, yang hampir pasti negara nimbrung kalau aliansi NATO SUNNI ini berdiri, negara adek-adekan Turki yaitu Suriah, Qatar, Somalia dan, Azerbeijan, jangan lupakan juga konfenderasi 3 negara sahil, mungkin juga diikuti negara yang hampir setengahnya berada dibawah saudi-turki Sudan dan Libya. Lalu ada juga adek-adekannya saudi, seperti Kuwait, Bahrain, dan Oman. Dan jangan heran jika Iran pun berpeluang bergabung.
Ya mungkin paragraf terakhir itu agak jauh, tapi yang sudah didepan mata adalah 3 negara utama (4 jika Mesir setuju), itu hampir jadi kenyataan, mungkin mereka hanya sedang membahas hal bersifat teknis, karena pemimpin masing-masing negara dan suksesornya sudah menyetujui baik lisan ataupun pun tertulis. Jadi kita harapkan rakyat Iran๐ฎ๐ท berhasil mempertahankan diri melawan kaum kafir harby itu (AS-ISRAEL), karena itu menguntungkan semua umat Islam, baik SUNNI atau SYIAH.
(*)







y ud klo gt jgn tunggu Iran mampu bertahan ato ga.. momentumnya trsedia.. brsatulah skarang..
non aktifkan smua base militer US d kawasan.. kmudian brsama “free Palestine”.. bisa kaga Sunni..!?
ane tanya Sunni, kerna yg ane liat dari “sbagian” negri Sunni inilah pmikiran utk brsatu itu spt susah kali wujud..
(hayoo, ad yg pehem kira2 knapa..?!)
gue pernah main game age of empires, total war dan mount and blade ini di masa lalu dari segi pasukan lebih kuat โซ persia dibandingkan dengan romawi apalagi arab ๐ซ. Tapi di masa modern ini mereka coba bangkit.