πŸ‡ΈπŸ‡ͺ Di Swedia, daging babi diselipkan di Al-Quran serta di atas sajadah di kampus-kampus universitas

πŸ‡ΈπŸ‡ͺInsiden yang melibatkan daging babi yang diletakkan di dalam Al-Quran dan di atas sajadah telah terjadi di universitas-universitas Swedia, terutama di Universitas Linnaeus di VΓ€xjΓΆ.

Tindakan ini diakui sebagai provokasi yang disengaja yang menargetkan mahasiswa Muslim, mengingat produk daging babi dilarang keras (haram) dalam tradisi Islam.

Rincian Insiden

  • Lokasi Vandalisme: Irisan daging babi (bacon) ditemukan diselipkan di antara halaman beberapa Al-Quran bersama dan tersebar di atas sajadah di ruang salat yang telah ditentukan di universitas.
  • Posisi Universitas: Kepemimpinan Universitas Linnaeus dengan tegas mengutuk tindakan tersebut, menyatakan bahwa mereka memiliki toleransi nol terhadap diskriminasi dan menekankan komitmen mereka untuk melindungi kebebasan beragama.
  • Tindakan Hukum: Administrasi secara resmi menyerahkan laporan kepada polisi Swedia, yang secara aktif menyelidiki situasi tersebut sebagai pelanggaran yang dimotivasi oleh kebencian.

Latar Belakang Kontekstual

Kejadian di universitas ini mencerminkan sejarah yang lebih luas tentang provokasi anti-Islam di Swedia. Agitator dan aktivis sayap kanan sebelumnya telah melakukan demonstrasi publik yang melibatkan penghancuran teks-teks keagamaan Islam. Yang perlu dicatat, pengadilan distrik Swedia sebelumnya menghukum seorang individu atas tuduhan “penghasutan terhadap kelompok etnis” setelah menyebarkan video Al-Quran yang dibakar di atas panggangan bersamaan dengan daging asap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 komentar

  1. Peradaban barat yg katanya paling toleran dan menghargai HAM ternyata tak lebih dari peradaban iblis. Para iblis itu berpikir dgn meletakkan daging babi di alqur’an atau sajadah masjid atau bahkan membakarnya bisa melemahkan islam. Hai para Kafir Harbi al qur’an itu ada di dalam dada muslim , sudah dihafal oleh puluhan bahkan ratusan juta muslim didunia dan sangat mudah utk mencetaknya kembali.

    Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut-mulut (ucapan) mereka, tetapi Allah menolaknya, justru hendak menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir itu tidak menyukai.

  2. Aris Wijayantolol alias ABAH DUKUN alias ISLAM ABANGAN alias KERE KESOT MUNAFIK islamophobia ODGJ alias si af alias si Anonim alias BabRun gerombolan TerMul dan TerWo sangat bahagia, bangga dengan berita seperti ini walau dia ngaku muslim.