Pemerintah sebenarnya bisa menggali aspirasi rakyat dari ribuan komen di akun resmi partai, akun resmi kementerian, akun pribadi para pejabat, isinya semua cacian dan penolakan rakyat terhadap program pemerintah.
Gampang sekali membedakan bott, akun bodong, dan akun bayaran, pemerintah tinggal melihat secara jujur suara rakyat.
Masalahnya semua denial, menyangkal, karenanya saya sangat setuju dengan salah satu komen yang mengatakan; kehancuran Gerindra akan lebih dalam dari Demokrat di periode akhir SBY, bahkan saat Prabowo menjabat 1,5 tahun.
Rakyat menolak KDMP dan jangan menyangkal dengan mengatakan Zohran Mamdani di NY mengambil inspirasi dari KDMP. Beda jauh konsepnya. Progam Mamdani muncul dari kepedulian kepada rakyat, itu janji kampanyenya; affordability, keterjangkauan. Makanya dia bukan melatih manager kopdes dengan anggaran 1 triliun, menghabiskan ratusan triliun untuk truk, pick up dan tosa, tapi Mamdani fokus tiga titik strategis, jaminan harga lebih murah 30%.
Langsung ke tujuan, bukan ke proses; tujuannya keterjangkauan tempat dan juga harga, bukan fokus beli ratusan ribu kendaraan biar dikorupsi, bukan fokus bangun puluhan ribu bangunan, bukan fokus melatih puluhan ribu manager untuk koperasi yang belum jelas bisa jalan.
Mamdani memulai kongkrit sesuai kebutuhan rakyat, bukan keinginan pejabat.
Jadi kalian orang dekat presiden jangan mambah muak rakyat dengan membela program-program buruk dengan mencatut nama pejabat waras diluaran sana. Zohran manusia waras, Prabowo dan lingkarannya sebaliknya.
–FB–






biasanya terwo nyari copasan nih 🤣🤣