Presiden Donald Trump melancarkan serangan verbal yang luar biasa terhadap Paus Leo XIV pada hari Minggu (12/4/2026), menuduh Paus tersebut “lemah dalam menangani kejahatan” dan “buruk dalam kebijakan luar negeri” dalam sebuah unggahan panjang di platform media sosialnya, Truth Social.

Pemicu Serangan
Serangan ini dipicu oleh kritik tajam dari Paus Leo XIV terhadap kebijakan perang pemerintahan Trump, khususnya konflik yang sedang berlangsung di Iran. Poin-poin utama perselisihan meliputi:
- Perang di Iran: Paus mengecam apa yang ia sebut sebagai “khayalan kemahakuasaan” yang mendorong perang tersebut. Ia juga menyebut ancaman Trump untuk menghancurkan peradaban Iran sebagai hal yang “benar-benar tidak dapat diterima”.
- Seruan penghentian perang: Pada hari Sabtu, Paus asal Amerika berusia 70 tahun itu secara terbuka menyerukan kepada para pemimpin untuk mengakhiri kekerasan, dengan mengatakan: “Cukup sudah pemujaan diri dan uang! Cukup sudah pamer kekuasaan! Cukup sudah perang!”
Serangan Trump
Dalam unggahan di media sosial, Trump mengkritik pemimpin Gereja Katolik atas pandangannya tentang konflik global, senjata nuklir, dan kebijakan AS.
Presiden AS Donald Trump juga mengatakan kepada wartawan pada hari Minggu bahwa ia “bukan penggemar berat” Paus Leo XIV, setelah pemimpin Katolik global tersebut menyampaikan seruan untuk perdamaian pada hari Sabtu.
“Saya bukan penggemar berat Paus Leo. Dia adalah orang yang sangat liberal, dan dia adalah orang yang tidak percaya pada penghentian kejahatan,” kata Trump kepada wartawan di Pangkalan Gabungan Andrews di Maryland, menuduh Paus tersebut “bermain-main dengan negara yang menginginkan senjata nuklir (Iran).”
Reaksi
Komentar Trump menuai kecaman luas dari komunitas Katolik. Uskup Agung Paul S. Coakley, presiden Konferensi Waligereja AS, menyatakan kekecewaannya dan menegaskan bahwa Paus bukanlah rival politik melainkan pemimpin spiritual. Pakar kepausan Massimo Faggioli mencatat bahwa serangan langsung dan publik seperti ini terhadap Paus belum pernah dilakukan bahkan oleh diktator seperti Hitler atau Mussolini.







Nampaknya trump akan mjd musuh bersama seluruh penduduk bumi (kalo penduduk langit jgn tanya lagi), tidak terkecuali pemimpin umat Katolik sedunia pun skrg dianggap musuh. Ada satu negara yg msh cengangas-cengenges mjd jongos dan kawan karibnya, negara itu bernama konoha, dipimpin presiden goblok, pikun dan bijinya tinggal satu (kata fufufafa) …
Kalau sekarang ngga tepat lagi dikatakan cuma punya bidjie semata wayang. Inimah udah steril ngga punya bidjie sama sekali. cuma menghamburin uang rakyat, jadi antek asing aja dia udah kegirangan.
yg waras ngalah aja pa paus…
ibunya Trumpet aja udah bilang dia anak idiot , dia ke pengaruh si setan yahu si penghisap darah umat islam
si tantrump, i am christian, not catholic..
😅😂
beban d kpala dah nambah berat sptnya..
😅😁