Bukan main dah. Lagi-lagi ada yang bangga betul harga BBM kita tidak naik.
My dear mantan pejabat (Gus Miftah -red),
1. Kapal Pertamina itu belum lewat. Per detik ini, masih belum. Yg betulan sudah lewat, China, Rusia, India, Pakistan, Thailand, Malaysia, dan beberapa negara lain. Itu betul, kita sudah dikasih izin secara diplomasi, tapi prosedur militer Iran belum mengizinkan. Boleh jadi militer Iran menganggap kita bukan kawan lagi. Malaysia dan Thailand sih sudah lewat betulan, bukan klaim omon-omon.
2. Nah, soal BBM tidak naik, itu tuh keputusan politik. Bukan karena kapal Pertamina lewat. Pemerintah memutuskan menanggung subsidi, selisih harga real dan harga yg dijual ke rakyat. Anggarannya 200 triliun tahun 2026 (total subsidi energi, BBM, listrik). Jika minyak dunia naik 100 dollar hingga akhir tahun, maka akan membengkak jadi 300 triliun. Harga pertalite ditahan? Bisa. Subsidinya yg naik.
3. Siapa yang akhirnya membayar subsidi ini? Utang. Dan pajak. Itu tuh tidak gratisan. Ada yang akan menanggung harga BBM tidak naik. Jadi tdk usah senang dulu. Tdk usah muji2 Presiden. Bicara soal pajak, kamu sudah lapor SPT belum? Sdh akses coretax? Ssst, kurang dari 10% saja penduduk Indonesia yang lapor SPT. Artinya, jika follower Tere Liye 1 juta, maka 900.000 tidak lapor SPT. Itulah realitasnya.
4. Pilpres itu sudah selesai. Masa masih bahas ini terus sih? Lagian kalau mau bahas pilpres, coba ingat2 2019 deh, kamu ikutan menertawakan Prabowo bukan? Sama kayak PSI, fufufafa, dkk. Kalian itu dulu mencaci, menghina Prabowo loh.
Pada akhirnya, yg paling penting, berhentilah membohongi orang banyak soal kenaikan harga BBM ini. Itu tuh bukan prestasi keren. Itu justeru mengkhawatirkan. Kita itu, tanpa perang Iran saja ngos-ngos-an loh nutup MBG dan KMP, defisit meroket, utang menggila. Apalagi dengan perang Iran. Kurs dollar sdh 17.100.
Lantas apa solusinya? Sudah banyak yg ngasih saran, tapi begitulah dicuekin. MBG dan KMP itu jelas sekali menghabiskan 400 triliun lebih, hanya jadi bancakan proyek. Beli motor listrik 40 juta, beli mobil india, beli laptop, tablet, bla bla bla. Duh.
Tere Liye
[VIDEO]







mencoba carmuk
target jd stafsus lagi
MBG = Monomon Bodoh Gakngotak.
Ciri penjilat bokong penguasa.