Data Sampah…

Data Sampah…

Tahun 2004, saat saya ambil cuti panjang dan pulang ke Tanah air. Temen baik saya yang dekat dengan seorang Dirjen di sebuah Kementrian menawarkan saya menjadi konsultan pada kementrian tersebut. Berbekal skill yang saya miliki, tertanamlah sebuah cita-cita ingin ikut memperbaiki sistem data di negeri ini melalui kementrian tersebut.

Saya yang di Saudi hidup hanya mengandalkan gaji, karena sistem di Saudi sudah terlalu kuat untuk mencegah penyimpangan. Sehingga setan saja kalau kerja di Saudi bisa jadi malaikat. Sementara saat saya menjadi konsultan di kementrian itu, hampir semua orang berfikir bagaimana dia bisa bermain sehingga mendapatkan penghasilan diluar gaji. Tentunya dengan mengakali data dan sistem. Sehingga Malaikatpun kalau kerja di negeri saya akan berubah menjadi Setan.
Apa sebabnya? ya karena krisis data di negeri saya yang sangat memperihatinkan…
Wajar saja kalau pejabat yang satu bicara A, namun pejabat lainnya bicara Z, padahal untuk urusan yang sama. Karena data yang dipakai oleh mereka data SAMPAH semua.

Saat itu saya dinilai berprestasi, sehingga mendapatkan formasi khusus dari menteri untuk pengangkatan menjadi ASN. Namun, dengan pertimbangan tertentu, saya memutuskan mundur ditengah waktu diklat CPNS disebuah lokasi di kawasan puncak. Dengan demikian saya batal menjadi ASN.

Salam.

Hartono Subirto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

  1. Rakyat yg goblok IQ 78 sudah puas dg sembako, ngapain repot2 ngurusi rakyat. Yg berisik lgs dicap sbg antek2 asing, mau makar thp pemerintah dan ditangkepin …