👉🏻 Menurut hisab Muhammadiyah, dalam skala global malam ini sudah memenuhi kriteria imkanur rukyah, sehingga Idul Fitri jatuh pada hari Jumat 20 Maret 2026.
👉🏻 Menurut hisab Persis, dalam skala lokal malam ini belum memenuhi kriteria imkanur rukyah, sehingga Idul Fitri jatuh pada hari Sabtu 21 Maret 2026.
👉🏻 Menurut rukyah murni, dengan skala global, Idul Fitri jatuh pada hari ini Kamis 19 Maret 2026, disebabkan telah terdengar kabar terlihatnya hilal dari beberapa negara seperti Afghanistan, Mali, dan Niger.

👉🏻 Menurut rukyah dengan skala lokal, maka kebanyakan negara baru akan melaksanakan pemantauan hilal hari/malam ini, termasuk Indonesia, Malaysia, Brunei, dan sekitarnya. Menurut Kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) hilal nanti malam belum memenuhi kriteria untuk bisa dilihat.
👉🏻 Menurut kriteria rukyah NU, sama dengan kriteria MABIMS dimana hilal nanti malam belum memenuhi kriteria untuk bisa dilihat, sehingga Idul Fitri Sabtu 21 Maret 2026. NU memperingatkan pemerintah RI untuk tidak “memaksakan” Idul Fitri pada Jumat 20 Maret 2026 hanya untuk “menyamakan” dengan Muhammadiyah agar Lebarannya sama.








…..memaksakan lebaran sama? wkwkwk….ngaNU aya2 wae
giliran nambang pada kompak lu…
walaupun saya bukan pendukung NU tapi nu ada benarnya, tetap pada standar Rukyatul Hilal itu sendiri (MABIMS) yaitu tinggi 3 derajat, sudut elongasi 6,4″. Jika tidak mencukupi atau hilal tidak terlihat, di istikmal-kan (digenapkan sesuai hadist) jadi 30 hari. Gampang toh? Prediksi BMKG (ahlinya) adalah Sabtu 21 maret. Prediksi BMKG ini tak pernah meleset selama belasan tahun kecuali pemerintah berubah angin (pagi dele sore tempe)
sesuatu yang udah pasti kok masih d prediksi
Syaratnya di robah robah sih