TAHUKAH PRABOWO?

✍️Erizeli Jely Bandaro

Pembelian minyak ke Rusia, dilakukan lewat BLU (Lemigas), bukan oleh Pertamina. Ini langkah heroik melawan embargo AS dan Eropa terhadap Rusia. Namun menjadi sangat mahal. Karena melewati jalur yang penuh broker. Entah siapa.

Namun saya tahu, ini transaksi engga masuk akal. Sepertinya ada yang memanfaatkan kepanikan pemerintah terhadap kelangkaan BBM lewat operasi seakan heroik. Padahal caranya tidak perlu begitu. Tolak aja embargo itu secara resmi. Maka kita bisa deal G2G dengan Rusia. Tentu harga bisa sangat murah.. Tapi kita terlalu pengecut terhadap Barat dan AS. Beraninya sama rakyat doang saat pertahakan tanahnya digusur..

Ketika S&P mengumumkan rating kita tetap investment grade. Menteri keuangan bangga. Itu bukti fundamental ekonomi kuat tidak seperti analisa ekonom selama ini. Bahkan Presiden sesumbar ‘siapa yang anggap pemerintah akan collapse, ini udah Juli kita masih berdiri kokoh.” Apakah presiden tidak tahu bahwa rating investment grade itu dibayar mahal dengan premium tinggi. Itu lebih buruk dari pada Vietnam, yang ratingnya dibawah kita.. Justru karena itu APBN semakin berat membayar bunga dan semakin tinggi kupon yang diminta investor terhadap SBN. Tahu engga bapak?

Rakya tidak peduli berapapun harga beras mahal. Yang jadi masalah daya beli rakyat menurun akibat inflasi impor, kurs melemah. Harga beras yang mungkin murah menurut singapore atau China, tetap saja terasa mahal bagi rakyat yang lebih 50% hidup dalam kemiskinan dan rentan miskin akut. Kalau tidak mengerti struktur harga beras dan daya beli rakyat, sebaiknya presiden diam. Janganlah bicara ” kalau beras mahal, tanam sendiri aja..” jangan pak. Itu sangat merendahkan intelektual rakyat …

Pemberantasan korupsi bukan dilihat dari jumpa pers dan photo hasil sitaan. Tapi bukti kas negara semakin sehat setiap ada sitaan uang korupsi. Nyatanya APBN kita semakin kesulitan tanpa utang. Benarkah uang sitaan itun masuk negara? Jujurlah. Tapi tidak perlu juga jujur. Karena rakyat tidak bodoh untuk tahu itu drama hukum dan peradilan di Indonesia. Terlalu tidak jelas dan abu abu dan selalu berunjung pada sikap kompromi bila berhadapan dengan kepentingan kekuasaan…

Tahukah bapak?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 komentar

  1. Betul sekali narasinya…
    kebetulan sy byk baca info dari media rusia, rusia pernah tawarkan harga bbm murah tp ditolak. Iran juga tawarkan harga murah, eee swasta yg beli disita lalu semua impor via pertamina.
    sy pernah ditawarkan unt jualan bbm khusus solar ke tambang..solar murni (dex) dr sumber sd indonesia itu harga Rp 8000/ltr komisi sy 100 tp ternyata biaya izin impor, izin berlabuh, izin simpan dan izin edar maaaaaak