Sungguh kasihan lihat UGM ini di kasus ijazah Jokowi, mereka kena getahnya…

Kasihan lihatnya

Bodo amatlah Jokowi mau ijasahnya asli, palsu, asli banget, KW1 mbuh. Toh, hari gini, saya nyari karyawan, sama sekali tidak lihat ijasah lagi. Saat saya menyeleksi editor, layouter, ilustrator, pegawai toko online, secuil pun saya tdk lihat ijasahnya. Saya lihat pengalaman, dan suruh dia kerja beberapa hari.

Tapi, saya kasihan lihat UGM ini. Banget.

UGM ini mengotot sekali menolak membuka transkrip dan catatan akademik alumninya yang dipertanyakan publik. Awalnya sih, saya bisa memahaminya, itu memang demi kebaikan, data pribadi gitu loh. UGM punya alasannya, dan semoga memang betulan obyektif prinsipil. Tapi dengan KIP telah membuat keputusan beberapa bulan lalu, harusnya selesai, UGM tinggal ikut KIP saja.

Eh, mereka tetap mengotot, mereka bawa ke pengadilan PTUN. Nasib, mereka kalah lagi, PTUN bilang transkrip itu terbuka untuk umum.

Nah, apa yang akan dilakukan UGM sekarang?

Mereka akan banding? Naik hingga Mahkamah Agung? Hingga Bulan Bintang, hingga ada yg mau memutuskan jika transkrip alumninya yang dipertanyakan publik itu memang tertutup dan TIDAK boleh dibuka untuk umum?

Sungguh kasihan lihat UGM ini. Mereka kena getahnya.

Jika UGM banding ke MA, fix, mereka mati-matian melindungi transkrip alias master data nilai-nilai alumni ybs selama kuliah di sana.

(Tere Liye)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *