Saya punya cerita yang analoginya barangkali persis seperti si Bapak dalam gambar ini

Ada orang modis di kampung. Senengnya pake jeans belel. Selalu ada sisir di kantong belakang. Persis seperti penari cowok Thai dengan celana cutbrai 70an yang ada kembangnya di depan totongnya. Kalo situ sering nonton medsos, kemungkinan kenal.

Tokoh mbois kampung kita ini perlu sisir karena jambul rambutnya perlu selalu disisir… biar terus berjambul.

Nah, suatu kali dia naksir cewek kembang desa. Si cewek itu kebetulah suaminya baru saja meninggal. Jadi dia janda.

Langsung dia mencurahkan isi hatinya ke si janda kembang itu. Hasilnya? Ditolak mentah-mentah. Pertama, karena dia masih berduka. Kedua, tentu saja dia nggak suka sama si cowok mbois kampung dengan jambul rapi itu.

Si cowok mbois ini jelas patah hati, dong. Tidak hanya sekedar patah hati. Harga dirinya terluka! Dia merasa dirinya sudah yang terganteng sak desa. Perjaka tingting. Hanya saja sudah agak kapalen oleh tangan dan sabun.

Tapi twist-nya kemudian jadi aneh. Dia cerita ke orang-orang kalau dia diguna-guna oleh si cewek janda kembang itu, sehingga jadi tergila-gila padanya.

Nah, begitulah cerita tentang harga diri. Merasa sudah berkorban tapi gagal menjalankan niat. Satu-satunya penyelesaian adalah: terkaing-kaing, bilang ke orang-orang bahwa dirinya adalah korban!

(Made Supriatma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 komentar

  1. analoginya bagus dan enak dibaca, sekarang coba buatkan cerita analogi ttg seorang profesor namun gigit 2 mantan tuannya si kutu loncat

  2. pidato ingin memberi makanan bergizi untuk anak2, ibu hamil & lansia. menurut sy pidato tersebut secara tdk langsung menyebut Indonesia bnyk yg kekurangan gizi & kelaparan. Indonesia seperti dunia negara ke.3. pidato nya merendahkan bangsa nya sendiri. tapi dilain sisi masif banget majakin rakyat nya. smpe melibatkan aparat

  3. Itu sih kaya bocil yang ngadu ke bapaknya dia yang bully nyerang duluan ke begitu dilawan kalah ngadunya dia yang dibully jadi korban penganiayaan.