“Saya menjadi Muslim saat menulis buku anti-Islam”

🇳🇱Joram van Klaveren, mantan politisi Belanda dan mantan anggota Partai Kebebasan (PVV) anti-Islam pimpinan Geert Wilders, pernah dikenal karena kritiknya yang keras terhadap Islam. Ia telah secara terbuka menentang Islam selama bertahun-tahun dan bahkan mulai menulis buku yang bertujuan untuk mengkritik agama tersebut.

Namun, sesuatu yang tak terduga terjadi.

Sebagai bagian dari penelitiannya, Van Klaveren mulai membaca Al-Qur’an, hadits sahih, dan sumber-sumber Islam klasik dengan lebih saksama. Semakin dalam ia mempelajari, semakin ia menemukan bahwa banyak asumsi sebelumnya tidak sesuai dengan ajaran Islam yang sebenarnya. Alih-alih menyelesaikan buku anti-Islam, ia memeluk Islam pada tahun 2019.

Berbicara tentang perjalanannya, ia menjelaskan bahwa saat menulis buku tersebut, ia menemukan argumen dan bukti yang meyakinkannya bahwa Islam itu benar.

Kisahnya merupakan pengingat bahwa penelitian yang tulus, jika dilakukan dengan jujur, dapat membawa seseorang pada kesimpulan yang tidak pernah mereka duga.

Allah berfirman:

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda Kami di cakrawala dan di dalam diri mereka sendiri hingga menjadi jelas bagi mereka bahwa itu benar.” (Al-Qur’an 41:53)

Allah juga memerintahkan kita:

“Tidakkah mereka merenungkan Al-Qur’an? Sekiranya Al-Qur’an itu bukan dari Allah, niscaya mereka akan menemukan banyak pertentangan di dalamnya.” (Al-Qur’an 4:82)

Nabi ﷺ bersabda:

“Barangsiapa yang dikehendaki Allah untuk diberi kebaikan, maka Allah akan memberinya pemahaman tentang agama.” (Sahih al-Bukhari 71; Sahih Muslim 1037)

Pelajaran dari kisah Joram van Klaveren bukanlah bahwa setiap pengkritik akan menjadi Muslim, tetapi bahwa petunjuk hanya milik Allah semata. Seseorang mungkin memulai dengan permusuhan, skeptisisme, atau kesalahpahaman, namun Allah dapat membuka hati mereka melalui perenungan yang tulus dan pencarian kebenaran.

Sebagai Muslim, kita harus menanggapi kritik dengan pengetahuan, kebijaksanaan, kesabaran, dan akhlak yang baik, dengan percaya bahwa petunjuk ada di Tangan Allah.

Semoga Allah menjaga kita tetap teguh di atas Islam, menambah ilmu yang bermanfaat bagi kita, dan membimbing orang-orang yang dengan tulus mencari kebenaran. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. catatan bijak Joram Van Klaveren :
    “Sebagai Muslim, kita harus menanggapi kritik dengan pengetahuan, kebijaksanaan, kesabaran, dan akhlak yang baik, dengan percaya bahwa petunjuk ada di Tangan Allah.”

    ° bukan dengan gebrak meja
    ° bukan dengan me-maki² pengkritik
    ° bukan dengan memusuhi rakyat nya
    ° bukan dengan mengusir lawan pendapat
    ° bukan dengan mengkriminalisasi
    ° bukan dengan mengancam

    CAMKAN BAIK² HAI NDASE NYE NYE 😛