



Jared Kushner, menantu Presiden Donald Trump, seorang pengusaha miliarder Amerika Serikat yang memegang peran kunci dalam kebijakan luar negeri serta investasi global, dan kini menjadi anggota eksekutif pendiri “Dewan Perdamaian” (Board of Peace), kemarin (22/1/2026) mempresentasikan Visi “New Gaza” di Forum Ekonomi Dunia (Davos) 2026 saat peluncuran dan penandatanganan “Dewan Perdamaian”.
Ia mempresentasikan rencana pembangunan kembali Gaza menjadi “Riviera Timur Tengah” dengan estimasi investasi minimal $25 miliar, yang mencakup pembangunan gedung pencakar langit dan kota baru.
Meski tidak memiliki gelar jabatan resmi di Gedung Putih, Kushner bertindak sebagai penasihat informal senior dan negosiator utama bagi Presiden Trump.
***
Seperti halnya setiap kekaisaran yang hampir runtuh, dominasi akan semakin intensif sebelum akhirnya kehilangan cengkeramannya. Saya katakan ini dengan lugas dan tanpa ragu-ragu: proyek ini akan gagal, dan akan menyeret serta semua orang yang berupaya memaksakannya.
Dan dengan mengatakan ini, saya mengutip ayat Al-Qur’an yang sama yang berulang kali dikutip oleh Abu Ubaidah selama dua tahun terakhir:
سَيُهْزَمُ ٱلْجَمْعُ وَيُوَلُّونَ ٱلدُّبُرَ
“Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang.” —Al-Qur’an 54:45
Ayat ini diturunkan di Mekah, ketika kaum Muslimin tidak berdaya secara politik, dianiaya, dan tanpa tentara, sementara Quraisy dan suku-suku sekutunya memiliki dominasi militer yang luar biasa. Tidak ada alasan strategis atau material untuk mengharapkan pembalikan kekuasaan.
Namun Al-Qur’an berbicara dengan pasti: koalisi yang berkumpul itu akan dikalahkan, dan mereka akan mundur dalam kehinaan. Dan jaminan itu terpenuhi di Badr.
Ini adalah pernyataan tentang sebuah pola: bahwa koalisi yang dibangun di atas kesombongan, ketidakadilan, dan perampasan hak (bahkan jika mereka bernama “Dewan Perdamaian”) tidak akan bertahan lama, tidak peduli seberapa bersatu, kaya, atau unggul secara militer mereka tampak.
Apa yang disajikan saat ini sebagai “rekonstruksi” bukanlah pembaruan, melainkan kelanjutan, logika dominasi yang sama yang dibalut dengan bahasa pembangunan, upaya yang sama untuk menghapus suatu bangsa dan menggantinya dengan sebuah proyek.
Tidak akan ada pembangunan kembali Gaza sesuai citra mereka.
Gaza tidak pernah ditaklukkan melalui intrik, dan tidak akan dibentuk ulang oleh intrik sekarang. Gaza selalu menjadi, dan akan tetap menjadi, kuburan ambisi mereka, tempat di mana kekuatan mereka runtuh, narasi mereka hancur, dan rencana mereka terkubur.
(✍🏻Huthaifa | حذيفة)







Komentar