Presiden Trump meninjau berbagai opsi serangan terhadap Yaman

Alex Plitsas (Analis Keamanan Nasional di CNN) di platform X mengatakan:

“Seperti yang saya sampaikan tadi malam, pertemuan Presiden AS di Camp David itu bertujuan untuk membahas dan meninjau berbagai opsi serangan terhadap Yaman. Hari ini, kedutaan besar AS di sejumlah negara Timur Tengah—yang kemungkinan menjadi sasaran serangan balasan—telah mengeluarkan peringatan (WARNING). Saat ini, Presiden AS sedang dalam perjalanan kembali lebih awal ke Gedung Putih.”

Ketegangan ini meningkat kembali menyusul serangan rudal balistik dan pesawat tanpa awak (drone) dari Houthi yang menyasar infrastruktur minyak Aramco di Yanbu serta wilayah dekat Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh. Hal ini memicu peringatan ancaman udara di ibu kota Saudi dan memicu spekulasi domestik di Washington mengenai potensi respons militer AS yang lebih keras jika kepentingan navigasi global atau aset sekutu terganggu secara total.

CATATAN LAIN:

  • Hampir dua jam yang lalu, sebuah pesawat pengebom strategis B-1B Lancer Angkatan Udara AS lepas landas dari RAF Fairford, Inggris.
  • Analis di X memperirakan akan terjadi serangan besar AS terhadap IRAN atau YAMAN, atau keduanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 komentar

  1. Muslim Ahli Bid’ah Lebih Baik dari Kafir Asli: Ibnu Taimiyah menegaskan bahwa setiap orang yang beriman kepada Nabi Muhammad ﷺ—meskipun di dalam dirinya terdapat bid’ah (seperti Syiah, Khawarij, Murji’ah, atau Qadariyah)—secara prinsip dasar tetap lebih baik daripada orang yang kafir total (tidak beriman) kepada Nabi Muhammad