
Polemik panas mencuat di media sosial antara Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Pangkal soalnya adalah sikap tegas Pigai yang menolak keras wacana Kemendagri terkait rencana pembuatan definisi administratif dan politbiro untuk menentukan status “Orang Asli Papua” (OAP).
Pigai meradang lantaran kritiknya dianggap sebagai informasi yang keliru/hoaks oleh Pihak Kemendagri. Lontaran kritik Pigai dinilai tidak sesuai dengan prosedur administratif yang sedang mereka rancang.
Tuduhan hoax itu pun dibalas Pigai dengann cuitannya di akun X pribadinya. Dalam cuitannya yang viral, Natalius Pigai mengecam keras pihak-pihak di lingkaran birokrasi Kemendagri yang sempat melabeli kritiknya sebagai informasi keliru. Pigai menuliskan kekesalannya secara blak-blakan:
“Kemendagri menuduh saya HOAX padahal dengan baca undangan ini mereka yang justru HOAX. Kasihan pejabat kita di negara ini. Saya sarankan perbaiki kualitas diri sebagai orang yang kredibel, orang yang jujur dan bersih dan kompeten agar dihormati rakyat Indonesia,” ujar Pigai di X, Sabtu (12/9/2026).
Perseteruan ini berakar dari pertemuan Menteri HAM Natalius Pigai dengan jajaran Majelis Rakyat Papua (MRP) di Jakarta. Di hadapan para perwakilan masyarakat adat, Pigai melayangkan kritik terbuka terhadap rencana Kemendagri yang berniat menetapkan kategori baku mengenai siapa yang sah disebut sebagai Orang Asli Papua.
Menurut Pigai, kebijakan pendefinisian politik semacam itu sangat berbahaya karena berpotensi memicu segregasi sosial, diskriminasi, hingga celah konflik rasisme yang dapat merusak keutuhan wilayah serta integritas nasional bangsa Indonesia. Ia menilai identitas kesukuan merupakan anugerah kultural dan biologis yang tidak sepatutnya direduksi menjadi produk birokrasi kekuasaan semata.
“Negara tidak berhak dan tidak boleh membuat definisi politik atas identitas suku, bangsa, ras, atau golongan—termasuk mendefinisikan siapa yang asli Papua dan bukan,” tegasnya.
Di sisi lain, wacana penataan kependudukan ini sebelumnya didorong oleh kebutuhan administratif negara untuk memastikan agar program-program afirmasi, alokasi dana khusus, serta layanan pendidikan dan kesehatan dapat tepat sasaran menjangkau masyarakat di Bumi Cenderawasih. Sejumlah pejabat di tingkat daerah dan kementerian sempat menyoroti masih banyaknya warga asli di pedalaman Papua yang belum terdata secara optimal dalam sistem administrasi kependudukan nasional.
Kendati demikian, langkah Kemendagri yang mencoba merumuskan batasan formal tersebut dinilai oleh Kementerian HAM melampaui batas kewenangan kultural yang sensitif.
Pigai menekankan, silsilah dan keaslian manusia terkait ras atau rumpun ras Melanesia/Papua didasarkan pada fakta ilmiah atau silsilah keturunan adat yang sah, bukan sekadar cap administrasi politik yang dibuat sepihak oleh pejabat pemerintah.








memang benar pigai, buat apa ada klas status…apa mau naikin solo jd raja!!!!
soal herkules ngumpet lu gai
Kali ini gw dukung Pigai, walau sering ngeledekin dia
soal ini pigai bener.
ngapa gak sekalian buat orang asli jakarta biar pendatang tukang mabuk kena semua
eng……. ing……. eng…….
wkwkwkwk…ngoahahaha…sesama TerMul dan TerWo BabRun JANCUK PKI main drama. Biar jadi perhatian publik. Terus nanti ada yang pura-pura jadi pahlawan…🤣😝😂😜
Kelakuan gerombolan TerMul dan TerWo sudah bisa ditebak‼️
Ngoahahaha……
prabowo nanti akan muncul sebagai pahlawan menyelesaikan permasalahan yang sedang terjadi. sebagaimana pernah terjadi polemik gas melon dan pagar laut. HEDOOP LONDO IRENG 😂😂😂😂
pemenang nya akan ditentukan sesuai dengan jilatannya, yg kalah akan di resuffle ngoahahahaha 💃💃💃🕺🕺
pantesan….. ngurusin rakyat banyak yg gagal, pidato sampai lidahnya sering keseleo. lho wong ngurusin kabinetnya yg cuman 100 orang aja amburadul. ngurusin rumah tangga juga samimawon. udahlah….. pasang bendera putih, beban APBN juga gpp, rakyat ikhlas, suwer dehhhh ngoahahahaha 💃💃🕺🕺🕺
genk oslo dan para termul pasti soraakkk sambil jingkrak jingkrak ngoahahahaha
jujur nihhh, sebenarnya kasihan juga ama wowo, gagal nyapres 4X, keluarin biaya ga sedikit, ngejilatin mukidi udah ga ada malu demi jadi pleciden, mukidi juga banyak bantu yg jadi menterinya wowo, belum lagi para termul pasang badan, APBN jor²an, kok akhirnya jadi begini…. sebenarnya aye pengen bunuh diri, tapi takut ga mati ngoahahahaha 🤣🤣
jadi bener nih instingnya Budi arie, ga bermaksud nurunin wowo ditengah jalan dan naikin samsul jadi presiden. Budi arie udah lama kenal wowo dan meragukan kinerjanya sesuai data yang ada. kalok wowo pengen langgeng jadi presiden, terwo harus rajin lagi ngejilatnye. jadi buzzer kerja nya jangan cuman nyinyir ajee apalagi rajin nyebar hoax. kasih pencerahan para kadrun dengan data, pakai bahasa yang bagus dan santun, rajin promosi keberhasilan. susah ye…. mending selingkuh ajee deh yeeee 🤣