Petugas dapur MBG ngamuk dan mengusir wartawan saat liput SPPG Dugaan Keracunan MBG di Ngawi

NGAWI – Sejumlah wartawan mengalami pengusiran dan intimidasi saat meliput kegiatan pengambilan sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bintang Mantingan, Ngawi, Jawa Timur pada Kamis (4/12/2025).

Salah satu wartawan mengaku bahwa dirinya mengalami intimidasi oleh salah satu oknum yang mengambil balok paving untuk dilempar.

“Kita tadi sekitar pukul 13.00 WIB, baru liputan dugaan keracunan MBG di Puskesmas Mantingan dan mau konfirmasi ke pihak SPPG. Namun baru sampai pintu gerbang sudah diusir bahkan teman saya dikejar bawa balok paving,” ujar wartawan Metro TV, Rizal, dikutip dari Detikcom, Jumat (5/12/2025).

Insiden intimidasi ini terjadi saat para wartawan tengah meliput investigasi petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi yang mengambil sampel makanan MBG di SPPG.

Program makan bergizi gratis ini sebelumnya dilaporkan menyebabkan dugaan keracunan massal yang menimpa siswa dan santri di berbagai jenjang pendidikan di Kecamatan Mantingan.

Dari kabar yang beredar, 164 siswa dan santri mengalami gejala mual, muntah, dan diare di mana 28 orang di antaranya menjalani rawat inap.

Namun saat meliput kasus tersebut, sejumlah wartawan justru mengalami pengusiran paksa oleh salah satu oknum yang diduga pekerja di area tersebut.

Menurut penuturan Asep, wartawan dari Jawapos Radar Madiun yang berada di lokasi kejadian, pria tersebut terlihat agresif dan melarang wartawan untuk mendokumentasikan kegiatan di sana.

Asep menilai, tindakan tersebut tidak bisa dibiarkan karena merupakan salah satu bentuk pembatasan terhadap kerja pers.

“Kami menjalankan tugas jurnalistik. Tidak ada alasan pembenaran bagi siapa pun melakukan tindakan seperti itu… Tindakan kekerasan terhadap jurnalis tidak boleh dibiarkan,” tegasnya.

[VIDEO]

Komentar