Paradoks Yaman tampak telanjang dari fakta bahwa para pejabatnya (yang diakui internasional) bermukim di Jeddah. Analogi paling dekat: bayangkan kedaulatan Washington dijalankan dari Kanada, atau Jakarta diatur dari Malaysia. Pemerintahan sah Yaman secara praktis telah mati angin. Otoritas de facto kini beralih mutlak ke tangan Houthi.
Kendati teritorial yang dikuasai Houthi cuma sepertiga wilayah tapi mencakup hampir seluruh populasi produktif negara tersebut, sementara hamparan wilayah lainnya hanyalah gurun tandus, menyisakan Aden sebagai anomali.
Terlepas dari penolakan Arab Saudi, Amerika Serikat, atau UEA, peta kekuatan riil menegaskan satu kepastian: Houthi adalah penguasa Yaman.
Saatnya menyerahkan urusan kepada diplomasi sejati untuk meretas jalan damai yang menyeluruh.
Resolusi damai mustahil bertahan tanpa mengakomodasi eksistensi dan kepentingan Palestina, Iran, serta Houthi; tanpanya, siklus kekerasan tinggal menunggu eskalasi berikutnya. Dunia luas telah lama berdiri di belakang berdirinya negara Palestina yang berdaulat dengan Yerusalem sebagai ibu kota, selaras dengan janji historis PBB tahun 1948 serta sederet resolusi resminya. AS dan Israel harus menghentikan tekanan agresif terhadap Teheran. Rakyat Iran—sebagaimana halnya Yaman di bawah Houthi—berhak atas ruang hidup yang damai dan bermartabat.
(Donny Syofyan)








SEMOGA ALLAH HANCURKAN SYI’AH KAFIR.
RUKUN ISLAM BEDA
RUKUN IMAN BEDA
AQIDAH DAN IBADAH BEDA
QUR’ANNYA BEDA. QUR’ANNYA SYI’AH YANG TEBALNYA 3 KALI LIPAT MASIH ADA DALAM GOA BERSAMA IMAMNYA
MENGKAFIRKAN MAYORITAS SHAHABAT RADHIALLALLHU ANHUM
ISU PALESTINE SEBAGAI TUNGGANGAN SAJA..