✍️Erizeli Jely Bandaro
Jika harga Pertamax tidak dinaikkan, pemerintah diperkirakan harus menanggung beban sekitar Rp36 triliun per tahun. Di sisi lain, program Makan Bergizi Gratis (MBG) menghabiskan hampir Rp1 triliun per hari atau lebih dari Rp300 triliun per tahun. Kedua kebijakan sama-sama bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Namun dampak ekonominya berbeda.
Subsidi BBM memiliki efek berganda yang luas. Harga energi memengaruhi biaya transportasi, logistik, pangan, industri, hingga jasa. Ketika harga BBM stabil, tekanan inflasi berkurang dan daya beli masyarakat lebih terjaga. Yang paling merasakan manfaatnya adalah kelas menengah, UMKM, petani, nelayan, dan pekerja berpenghasilan tetap.
Sebaliknya, MBG pada dasarnya adalah program konsumsi. Tujuannya baik, yaitu memperbaiki gizi anak. Namun manfaat ekonominya bersifat tidak langsung dan baru dapat diukur dalam jangka panjang. Sementara biaya fiskalnya sangat besar.
Dalam kondisi fiskal yang terbatas, pertanyaan yang muncul adalah: mana yang memberikan manfaat ekonomi lebih luas bagi masyarakat?
Dengan anggaran sekitar Rp36 triliun, pemerintah dapat menahan kenaikan harga energi yang berdampak pada seluruh perekonomian. Sementara untuk MBG, negara harus mengeluarkan lebih dari Rp300 triliun per tahun dengan manfaat ekonomi yang masih diperdebatkan.
Pada akhirnya, kebijakan yang benar-benar pro rakyat bukan sekadar membagikan bantuan. Kebijakan yang pro rakyat adalah kebijakan yang menjaga daya beli, menekan inflasi, memperkuat kelas menengah, dan menciptakan ruang bagi masyarakat untuk hidup dari hasil kerja dan produktivitasnya sendiri.
(*)








Bagi gerombolan TerMul dan TerWo BabRun Jaringan ANak CUcu Keturunan (JANCUK) PKI seperti Aris Wijayantolol/af/ANONim (Akal Nol, Otak miNim), semua yg dilakukan oleh junjungan sekaligus sesembahannya adalah yang PALING BENAR. Tanpa cela, tanpa cacat, SEMPURNA.
Si GUOBLOKKKK ini matanya BUTA, telinganya TULI, mulutnya BISU, otaknya KECIL dan TANPA AKAL dalam menyembah junjungannya itu. Bahkan kritikan netizen cerdas yg akhirnya akan diikuti oleh junjungannya ini dalam program MBG juga tidak menjadikan otak si ANONim ini pintar. 😝🤣😜😂
mbg program gaguna, udah.
gausah ngerasa gak sungkan gak sungkan gitu.
urusan makanan anak itu tanggung jawab orang tua, seharusnya pamarentah membantu mensejahterakan para orang tua, tulang punggung keluarga, biyar bisa memberi makan anak-anaknya sesuai selera mereka.
bukannya NGEGARONG duit rakyat gitu, dasar lu babi rakus
ujung2nya biar ga ada demon bakal ada BLT 🤭
300 T / tahun hanya utk tai.. uang segitu utk menyekolahkan anak dari TK sampai sarjana udah dpt berapa anak.
kadrun gagal fokus penyebab minyak spt ini karena iran bukan wowo yg naikkan, hebat bgt wowo bisa naikkan harga minyak dunia