Lukas Luwarso sedih dengan sikap UGM ‘melindungi’ ijazah Jokowi

Lukas Luwarso, salah seorang anggota Bonjowi (Bongkar Ijazah Jokowi), justru merasa sedih saat PTUN Jakarta menguatkan putusan KIP (Komisi Informasi Pusat) terkait ijazah Jokowi yang dinyatakan sebelumnya sebagai dokumen publik dan seharusnya dibuka saja, yang digugatnya ke KIP dan dikabulkan.

Lukas Luwarso sedih bukan karena gugatannya dikabulkan KIP dan justru dikuatkan PTUN terkait ijazah Jokowi yang dinyatakan sebagai dokumen publik, melainkan karena UGM yang “ngeyel” tak terima putusan KIP, malah banding ke PTUN dan bandingnya justru dimentahkan, PTUN malah memperkuat putusan KIP, yang tak diterima UGM.

Sekelas UGM yang merupakan institusi perguruan tinggi ternama, tidak mematuhi putusan KIP dan banding pula ke PTUN, justru ditolak oleh PTUN, hanya karena perkara ijazah Jokowi dan beberapa dokumen yang tak mau diserahkan kepada Bonjowi sebagai penggugat. Seharusnya, UGM sejak awal membuka saja tanpa harus ada gugatan sekalipun.

Hampir tak ada kontribusi UGM untuk mengklirkan masalah ijazah Jokowi yang sudah berlarut-larut ini. Kecuali, pernyataan Rektor UGM Ova Emilia lewat vidoe monolog sebanyak dua kali, yang justru menimbulkan pertanyaan-pertanyaan baru. Testimoni bukanlah pembuktian. Pak Kasmudjo pernah mengatakan bahwa terkait ijazah Jokowi suaranya sudah diwakilkan oleh pihak kampus, agar kesaksian tidak simpang-siur seperti sebelumnya.

Saat ini memang tidak ada lagi simpang-siur informasi seperti yang pernah dinyatakan mantan Rektor UGM Sofian Effendi secara testimoni dan kemudian dicabut pula. Tapi, ditolaknya banding UGM di PTUN Jakarta ini, justru membuat Lukas Luwarso sedih dengan kebesaran UGM itu sendiri. Saya pun sedih dan mungkin banyak yang lain juga.

(ERIZAL) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *