Lucunya negeri ini:
Dokter di rumah sakit diminta memberi pelayanan terbaik.
Tidak boleh salah diagnosis.
Tidak boleh telat menangani pasien.
Tapi pemeriksaannya harus efektif dan efisien.
Ada kendali mutu.
Ada kendali biaya.
Mau periksa lebih banyak?
Biaya rumah sakit naik.
Tapi klaim InaCBGs belum tentu ikut naik.
Obat juga tidak semuanya bisa diberikan.
Harus mengikuti Formularium Nasional.
Jadi dokter bekerja dengan ruang yang memang dibatasi sistem.
Ilmunya boleh saja tinggi, tahu tapi dalam praktek sehari-hari layanan ditentukan besaran klaim InaCBGs dan ketersediaan Fornas.
Setelah pelayanan selesai, rumah sakit mengajukan klaim ke BPJS.
Lalu babak berikutnya dimulai.
Klaim diverifikasi.
Ada yang dipending.
Ada yang dikoreksi.
Ada yang turun nilainya.
Ada yang tertahan lama.
Arus kas rumah sakit terganggu.
Remunerasi dokter, perawat, dan tenaga kesehatan ikut turun atau tertunda.
Akhirnya tenaga kesehatan kesal ke BPJS.
BPJS?
Mereka sedang berusaha menjaga Dana JKN supaya tidak jebol.
Maka pengeluaran ditekan.
Kerja sama layanan tertentu bisa dibatasi.
Ada rumah sakit punya cath lab,
tapi belum tentu bisa melayani pasien BPJS.
Punya unit hemodialisis,
belum tentu layanan-nya kerjasama dengan BPJS
Punya endoskopi,
belum tentu bisa diakses pasien BPJS
Layanan yang mahal perlu perjanjian kerjasama terpisah
Akhirnya apa?
Kualitas layanan bisa menurun
Tindakan tertentu bisa jadi tidak bisa dikerjakan
RS harus banyak merujuk
Rumah sakit rujukan penuh.
Cuci darah antre.
Tindakan tertunda.
Pasien makin tidak puas.
Lalu pasien marah ke dokter.
Dokter marah ke BPJS.
BPJS menekan rumah sakit.
Tiga pihak saling berantem.
Padahal pertanyaan paling penting justru:
Siapa yang mengatur besarnya iuran?
Siapa yang menentukan tarif INA-CBG?
Siapa yang menentukan desain pembiayaan JKN?
Bukan dokter.
Bukan pasien.
Bukan BPJS sendirian.
Pemerintah berserta DPR.
Jadi kalau sistemnya membuat semua pihak sama-sama frustrasi,
jangan hanya sibuk mencari siapa yang salah di lapangan.
Periksa juga siapa yang merancang sistem dan perbaiki jangan saling menyalahkan.
Ingat teman teman, Indonesia Merdeka bukan karena setiap orang berjuang sendiri sendiri, tapi karena kita bersatu.
(Dr. Erta Priadi Wirawijaya Sp.JP)
-FB-







st…st…st…jgn ganggu program penghasil tai
Presidennya pikun bisanya cuma nyinyirin rakyatnya, wapresnya gak lulus SMA/SMK, anggota DPRnya byk yg lulusan SMA, lulus kuliah universitas abal2 … rakyatnya sj yg bodoh milih pemimpin yg minim integritas dan track record spt di atas … disodori pemimpin yg berkualitas & punya track record bagus, malah milih yg gak jelas … begono kok mau hidup enak?
Ini gara2 babi rakus bikin kebijakan supaya menguntungkan dirinya akhirnya rakyat jd korban sungguh toksik semua penguasa indon harusnya dibuang kelaut atau kehitan biat empan binatang
Nih ANJING-ANJING KURAP PENJILAT TerMul dan TerWo:
1. Aris Wijayantolol alias ABAH DUKUN alias ISLAM ABANGAN alias KERE KESOT MUNAFIK islamophobia ODGJ akut, MABUK ONANI, MABUK KEJAWEN, MABUK CABUL
2. Anonim (Akal Nol, Otak miNim)
3. SituMORANG (Situ Memang Otaknya kuRANG)
4. Albert Timodius Saragih
5. Rangga MilanBlues Saryatama
6. Kentung Kwng
7. Federico Valverde preman KAMPUNGAN
8. Enzot Fernandez pemain tarkam TERGOBLOK sedunia
9. si win/Edwin Cakra CEKER
10. Judi Belingham
11. Lionel SukaONANI
12. Farah “otak parah” Fariha
Makhluk² di atas nanti membela dengan cara menunjuk negara lainnya yang minim.
Woiii GUOBLOKKKK…fokuskan ke negeri ini agar junjungan sekaligus sesembahan kalian itu bisa bekerja dg baik dan benar, paham kalian hai BabRun⁉️
rakyat jelata ngeluh, akademisi ngeluh, pelajar/mahasiswa ngeluh. mereka ada di lorong² sempit, mereka ada dikolong jembatan, mereka ada dikampus, mereka ada di pasar. heyy….. kalian orang Konoha bukan ? kalau kalian orang Konoha seharusnya sejahtera, Allah sudah melimpahkan kekayaan alam yang luar biasa. tidak seharusnya kekayaan alam hanya dinikmati segelintir orang saja, dinikmati pejabat korup, dinikmati asing dan aseng. sayangnya…… para pendukung, para pemuja rezim pun kere namun mereka SABAR dan menerima ini semua sebagai TAKDIR 🤣
para DOGS — para BEDEBAH 🏃♂️🏃♂️🏃♂️
iyakan ujung2nya siapa dl yg berkuasa…..??
Ada mutiara berkilau malah milih kuning tai, ya salah sendiri.
salah sendiri pilih mbg potong dana kesehatan