Israel Menolak Rencana 15 Poin Trump Untuk Gaza

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara resmi menolak dokumen rencana perdamaian 15 poin untuk Gaza yang diusulkan oleh Dewan Perdamaian (Board of Peace) bentukan Presiden AS Donald Trump.

Netanyahu menegaskan bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) tidak akan melakukan penarikan pasukan apa pun dari Gaza sampai kelompok Hamas benar-benar dilucuti senjata berat maupun ringannya secara nyata.

Penolakan terbuka ini disampaikan Netanyahu dalam rapat kabinet pada hari Minggu (9/8/2026).

“Israel menolak dokumen 15 poin tersebut,” ujar Netanyahu dalam rapat kabinet pada hari Minggu.

Langkah mengejutkan ini memicu ketegangan diplomatik yang langka antara Israel dan pemerintah Amerika Serikat.

Rencana 15 Poin Trump

Cetak biru yang dirilis akhir Juli ini merancang proses perdamaian bertahap. Di dalamnya, penarikan militer Israel ke batas aman (“garis kuning”) dan pelucutan senjata Hamas berjalan beriringan (paralel). Administrasi harian Gaza nantinya diserahkan kepada komite teknokrat Palestina di bawah pengawasan Dewan Perdamaian.

Posisi Keras Israel

Netanyahu menuntut pelucutan senjata total Hamas sebagai syarat mutlak sebelum ada satu pun tentara Israel yang ditarik mundur. Ia juga menegaskan tidak akan pernah mengizinkan berdirinya negara Palestina, baik di Gaza maupun di Tepi Barat.

Tekanan Politik Dalam Negeri Israel

Sikap keras kepala Netanyahu didorong oleh situasi politik domestik yang genting. Menjelang pemilu Israel yang dijadwalkan pada 27 Oktober, posisi koalisi Netanyahu tertinggal di berbagai jajak pendapat.

Menteri Keuangan dari sayap kanan, Bezalel Smotrich, memuji penolakan tersebut dan menyatakan militer Israel tidak boleh mundur “bahkan satu milimeter pun” dari Jalur Gaza. Bagi Netanyahu, memberikan konsesi di Gaza saat ini berisiko meruntuhkan pemerintahannya, meski harus mengorbankan hubungannya dengan Donald Trump.

Tanggapan Hamas

Seorang pejabat Hamas mengatakan kepada BBC pada hari Minggu bahwa kelompoknya “menegaskan kembali komitmennya” terhadap kesepakatan tersebut dan siap “untuk terlibat secara serius dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan” rencana 15 poin itu.

Mereka mendesak para mediator untuk memastikan “bahwa semua pihak mematuhi apa yang telah disepakati”.

Dampak pada Situasi di Lapangan

Israel terus melancarkan serangan ke Gaza sejak menyepakati gencatan senjata awal di wilayah tersebut pada bulan Oktober lalu.

Sumber: BBC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. IsraHell itu lho makhluk laknatullah yang dibanggakan oleh Aris Wijayantolol alias ABAH DUKUN alias ISLAM ABANGAN alias KERE KESOT MUNAFIK islamophobia ODGJ akut, MABUK ONANI, MABUK KEJAWEN, MABUK CABUL sebagai bangsa pilihan kata si Aris‼️

    Ngoahahahah…bhuahahahaha…huahahahaha JLEBBBB GOBLOKNYA gerombolan TerMul dan TerWo ini‼️😝😂😜🤣