November 2003, gereja Anglikan di New Hampshire mencatatkan sejarah baru. Penanda sejarah itu adalah pelantikan seorang gay bernama Gene Robinson menjadi Uskup di Gereja Anglikan. Gene Robinson sendiri mengakui bahwa ia telah hidup bersama dengan kekasihnya, Mark Andrew selama 14 tahun. Dan gereja tahu itu.

Pelantikan tersebut perlu mendapat catatan khusus sebab ini menandai perubahan nilai mendasar gerejawi sebab selama lebih dari 1000 tahun, gereja adalah garda terdepan dalam menentang praktek LGBT ini.
Agama Kristen dalam peradaban Barat modern telah kalah bahkan di jantung spiritualnya, yakni gereja, demikian kira-kira pesan yang disampaikan oleh Dr. Adian Husaini dalam buku “Wajah Peradaban Barat, dari Hegemoni Kristten ke Dominasi Sekular Liberal”.
Catatan kelam tentang gereja-gereja Barat modern bukan hanya tentang gereja yang kosong ditinggalkan pengikutnya kemudian menjadi masjid, toko, restoran bahkan ada yang jadi diskotik dan kelab malam akan tetapi juga bagaimana pada gereja yang masih aktif, mereka harus meninggalkan standar moral tradisional dan tunduk pada nalar sekular dan liberal.
Ketika jantung spiritual telah jatuh, maka sebenarnya kita tidak perlu heran dengan fenomena para pemuka agama di Amerika yang mendukung Presiden Trump dalam perang melawan Iran dan mencoba menyeretnya menjadi sebuah perang Agama.
Paula White‑Cain, seorang televangelist yang juga penasihat spiritual Trump menarik kesejajaran antara proses hukum dan upaya pembunuhan yang dihadapi Trump dan cobaan yang dialami oleh Kristus.
“Dan Tuan Presiden, tidak ada seorangpun yang membayar harga seperti Anda yang telah membayar harganya. Ini hampir membuat Anda kehilangan nyawa. Anda dikhianati, ditangkap, dan dituduh secara keliru. Ini adalah pola umum yang ditunjukkan oleh Tuhan dan penyelamat kita,” katanya.
Menteri Perang Amerika Pete Hegset yang bertato “KAFIR” juga membingkai perang Iran sebagai perang agama.

Amerika sedang melawan “fanatik agama” (religious fanatics) yang berusaha memperoleh senjata nuklir demi mewujudkan “kiamat agama” (religious Armageddon) versi mereka, tuduh Hegseth.
Di hadapan wartawan, ia mengutip Mazmur 144: “Terpujilah Tuhan, gunung batuku, yang melatih tanganku untuk perang dan jari-jariku untuk bertempur.”
Jadi setelah Gene Robinson (pendeta Gay) menjadi penanda runtuhnya moralitas tradisional dalam gereja, maka rombongan pendeta evangelis yang mendoakan Trump mempertegas betapa agama tidak lagi punya bargaining dalam politik Amerika, hingga mereka tetap wajib mendoakan tindakan yang melanggar kemanusiaan dan hukum internasional.
(Arif Wibowo)







bentar lagi yg diangkat uskup yg suka anak2 ( pedofil)
di luar negeri udah ga karuan ajaran Yesus di obrak -abrik oleh pengurus gereja
Para pendetanya adanya pada doain Trumpedo sebelum perang !!!
Kata si Kesot, itu membajak agama untuk membenarkan tindakan kaum pedo dan psikopat !!!