Ketika Sheikh Farouq tak tahan lagi dengan kesombongan para pemukim Israel

Sheikh Farouq Ramadan, seorang Palestina yang tak tahan lagi dengan kesombongan para pemukim Israel beserta serangan dan penganiayaan mereka terhadap keluarganya dan desanya; ia merebut senjata yang sudah dikokang dari seorang pemukim Israel yang berusaha membunuhnya, lalu menembaknya serta orang-orang lain yang mencoba menyingkirkannya, dalam konteks pembelaan diri, hingga akhirnya berujung pada kesyahidannya beserta tiga anggota keluarganya.

Semua itu terjadi di tanah desanya (Tell) di sebelah barat Nablus, Tepi Barat, saat serangan yang dilakukan oleh sekelompok pemukim bersenjata terhadap desa tersebut, pada saat warga desa sedang tak bersenjata dan hanya memiliki iman serta persatuan mereka.

Setelah pembunuhan Israel terhadap empat warga Palestina ini yang membela diri dan desa mereka, Netanyahu mengeluarkan pernyataan resmi yang memutuskan: merobohkan rumah-rumah mereka, menganggap desa mereka sebagai sarang terorisme dan menghukum seluruh penduduknya, ditambah dengan memperkuat kehadiran militer di seluruh Tepi Barat, menutup jalan-jalan, mendirikan pos pemeriksaan militer baru, mengorganisir sarang-sarang pemukiman, serta mempercepat pembentukan sarang baru setelah merebut tanah Palestina dan mengusir penduduknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *