Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan tidak gentar menghadapi tekanan Amerika Serikat (AS) terkait kebijakan larangan masuk bagi warga Israel.
Anwar menyampaikan hal tersebut sebagai respons atas sejumlah anggota Kongres AS yang menuding Malaysia melanggar hukum internasional lantaran menerapkan kebijakan tersebut.
AS dan Malaysia tengah bersitegang usai sejumlah anggota Kongres AS mengkritik sikap Malaysia yang tetap mempertahankan kebijakan pembatasan terhadap Israel, termasuk larangan masuk bagi warga negara Israel.
Merespons tekanan tersebut, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan negaranya tidak akan mengubah pendirian.
“Saya tegaskan pendirian negara bahwa kita tegas tanpa kompromi terhadap entitas haram Zionis Israel. Kita memiliki kedaulatan dan selama saya di sini (menjabat), saya akan pastikan pendirian kita tidak berubah sama sekali walaupun sebesar apa pun ancamannya!” tegas Anwar.
Ia juga menegaskan Malaysia bukan negara yang bisa dijadikan “boneka” oleh kekuatan mana pun dan akan tetap mempertahankan sikapnya terhadap Israel.
[VIDEO]
Awal kasus
Pernyataan Anwar ini muncul setelah sebelumnya sejumlah anggota Kongres AS mendesak pemerintah di Washington untuk meninjau ulang hubungan keamanan dan ekonomi dengan Malaysia.
Desakan itu disampaikan menyusul pernyataan Anwar sebelumnya yang menyebut Malaysia akan mendeportasi warga negara Israel berkewarganegaraan ganda.
Pernyataan ini merupakan tanggapan atas permintaan pemerintah negara bagian Johor agar otoritas terkait menyelidiki Network School.
Network School merupakan sebuah komunitas teknologi di Forest City. Forest City adalah proyek pengembangan properti terpadu senilai miliaran dolar di Iskandar Puteri, Johor, Malaysia. Terletak di lahan reklamasi dekat perbatasan Singapura.
Permintaan itu mencuat menyusul adanya klaim bahwa warga negara Israel berkewarganegaraan ganda tinggal di kawasan itu.

Menanggapi desakan para anggota Kongres AS tersebut, Anwar menilai langkah itu sebagai upaya untuk mengancam pemerintah Malaysia sekaligus dirinya secara pribadi.
“Mereka harus memahami bahwa ini adalah negara yang merdeka dan berdaulat, dan penentangan kami terhadap Israel disebabkan oleh tirani, penjajahan, serta pembunuhan yang mereka lakukan setiap hari,” tegas Anwar.
Sejumlah anggota Kongres AS bahkan membuat surat bersama yakni Greg Landsman, Josh Gottheimer, Jimmy Panetta, Dan Goldman, Debbie Wasserman Schultz, Jared Moskowitz, Brad Sherman, dan Jake Auchincloss.
Meeka mendesak Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio untuk menjelaskan langkah-langkah yang akan diambil sebagai respons atas pernyataan Anwar tersebut.
Mereka menyebut bahwa Malaysia selama ini menerima bantuan keamanan dari AS.
Termasuk di antaranya melalui program International Military Education and Training (IMET).
Program tersebut merupakan pembiayaan bagi personel militer Malaysia untuk mendapatkan pelatihan militer profesional dari AS.






bagi kadrun standar pemimpin berani adalah yg berani melawan as? standar bodoh macam apa itu? berani tu berani lawan mafia migas rza chled yg kabur ke malingsial noh disembunyiin sm mereka
cie.cie..presiden biji satu dibela 🤣🤣🤣
cie cie belain mafia hanya karena dia org …. aoawkawoakwaok
standar berani lawan mafia migas 🤣😛, itu tugas nya rezim bro. ayoo sokong junjungannya untuk tangkap RC. permasalahan utama rezim adalah Penegak hukum Indonesia tidak memiliki yurisdiksi penangkapan langsung di negara lain tanpa kerja sama ekstradisi atau bantuan otoritas setempat.
mantep drunnn 👍
af sama kesot berlomba-lomba siapa yg paling dungu😂😂