Kerjanya mengeluh kiri dan kanan

Di dunia ini, ada orang yang jalan hidupnya hanya mengeluh. A master complainer yang kerjanya mengeluh kiri dan kanan.

Dalam hidup nyata, banyak yang begini ini. Moyang kita pernah punya pepatah, ‘tak pandai menari, lantai dituduhnya berjungkit.’

Orang seperti ini jelas tidak cakap bekerja. Barangkali seumur hidupnya ditolong oleh orang lain terus. Dia mungkin juga beruntung karena hidupnya diumpani orang lain. Orang tua yang kaya raya. Mertua yang berkuasa. Atau orang-orang yang mampu dibeli untuk menjilati agar keluhannya tidak terlalu menyakitkan.

Tukang mengeluh tidak harus miskin. Tidak harus menderita juga. Ia bisa jadi sangat kaya dan sangat berkuasa. Namun dunia dia rasakan selalu tidak berpihak padanya. Ia selalu merasa menjadi korban.

Sebenarnya, itu terjadi karena dia tidak cakap mengerjakan apapun di dunia ini. Dia malas untuk berpikir dan merasa dirinya selalu benar. Dia pusat dunia. Kalau gravitasi menariknya turun, dia mengeluh bahwa dirinya adalah korban.

Dia bisa mengeluh panjang pendek seumur hidupnya. Anehnya dia merasa paling berjasa. Karena dia adalah pusat dunia.

Orang lain yang mau bertindak sebagai gravitasi agar dia tidak keterlaluan merugikan banyak orang? Ah, mereka adalah antek asing. Mereka adalah Londo Ireng.

Tidak peduli bahwa dia lebih Londo daripada Londo. Lebih Ireng kesetiaannya pada kekuasaan asing ketimbang kebanyakan orang. Dia sebenarnya pengecut yang sangat takut pada asing. Sehingga bahkan belum digertak, jembutnya sudah menciut.

Londo Ireng yang sesungguhnya ini jauh lebih berbahaya bagi umat manusia. Karena dia merasa menjadi korban. Dan korban itu menjustifikasinya berbuat apa saja. Semua diktator dan otokrat brutal di dunia mulai dengan menyebar ketakutan sebagai korban.

Kita adalah bangsa terkutuk kalau kita diam saja — karena kitalah yang sesungguhnya dikorbankan!

(Made Supriatma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 komentar

  1. prestasinya banyak yg dikerjakan kok dibilang hanya ngeluh, salam swasembada beras dan solar, yg pandai bicara aja kan si dia yg gak diizinkan Allah utk menang dan berkuasa lg di dekai kemaren, yg penjilatnya sampai hariini masih blm bisa menerima takdir tsb, tp menghibur diri dg kata kata istidraj ke yg menang hahahaha

  2. untuk solar (B50) diapresiasi 👍
    untuk swasembada beras, kemana beras yang sudah dipanen sehingga harga masih mahal ?

    siapa sih yang kalah dalam konstetasi pilgub DKI kemaren ?
    jangan² bener tuh apa yang dibilang Penjilat rezim : “ahoker si mulut jamban msh belum move on” 🤣🤣