Keraton Yogyakarta dirampok saat subuh, uang, emas, pusaka raib

Keraton Yogyakarta dirampok pasukan Inggris pada subuh 20 Juni 1812. Dalam penyerbuan tersebut, uang perbendaharaan, pusaka, naskah-naskah penting, emas, hingga koleksi perpustakaan milik Kesultanan Yogyakarta dibawa pergi oleh pasukan penyerbu.

Peristiwa penyerbuan dan penjarahan Keraton Yogyakarta oleh pasukan Inggris pada 20 Juni 1812 dikenal dalam sejarah sebagai peristiwa Geger Sepehi. Serangan ini dipimpin oleh Thomas Stamford Raffles dan melibatkan tentara sepoi dari India yang mengakibatkan kejatuhan sementara Sri Sultan Hamengku Buwono II.

Latar Belakang dan Jalannya Peristiwa

  • Transisi Kekuasaan: Inggris merebut wilayah Jawa dari tangan pemerintahan kolonial Belanda.
  • Penolakan Sultan: Sri Sultan Hamengku Buwono II menolak tunduk pada kebijakan baru yang diterapkan oleh pihak Inggris.
  • Serangan Subuh: Pasukan gabungan Inggris melancarkan serangan mendadak ke dalam lingkungan keraton pada tanggal 19 hingga 20 Juni 1812.

Dampak dan Kerugian Keraton

  • Penjarahan Harta: Uang perbendaharaan, emas, dan kekayaan Kesultanan Yogyakarta diangkut oleh pasukan penyerbu.
  • Pusaka dan Naskah Hilang: Ribuan naskah kuno serta pusaka penting dirampas dan sebagian dibawa ke Inggris untuk dikoleksi oleh tokoh-tokoh seperti Raffles dan John Crawfurd.
  • Guncangan Politik: Sri Sultan Hamengku Buwono II dipaksa turun dari takhta.

Penyerbuan terjadi setelah hubungan Sultan Hamengkubuwana II dan pemerintahan Inggris di bawah Thomas Stamford Raffles memburuk. Raffles meminta Kesultanan Yogyakarta mengurangi kekuatan militernya, tetapi Hamengkubuwana II menolak dan justru memperkuat pertahanan keraton.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar