Inilah Contoh Kezaliman Penguasa

🗣️Min kenapa orang mengaitkan bencana alam dengan pemerintah, bahkan gunung meletus juga dikaitkan dengan Prabowo?

Jadi gini, Indonesia ini masuk dalam kategori 3 besar negara paling rawan bencana alam di dunia.

Namun, Presiden Prabowo justru memangkas anggaran penanggulangan bencana (BNPB) secara drastis dari yang tadinya Rp2,01 triliun pada tahun 2025 menjadi hanya Rp491 miliar pada tahun 2026. Anggaran BNPB tahun ini merupakan yang terendah sejak belasan tahun lalu.

Coba bayangkan:
– Anggaran BNPB: Rp 491 M / tahun
– Anggaran MBG: Rp 1 T / hari

Ini berarti anggaran BNPB untuk menangani bencana selama satu tahun penuh nilainya setara dengan anggaran program MBG untuk setengah hari saja.

Sementara negara kita sangat rawan bencana, yang menjadi fokus utama pemimpinnya justru makan, makan, dan MAKAN! KERACUNAN… KERACUNAN… KERACUNAN… How ironic!

Jadi, kalau ada orang yang mengkritisi pemerintah, itu bukan karena benci ya. Justru orang-orang itu peduli.

Oh ya satu lagi, perlu juga kita ketahui, bahwa aktivitas vulkanik ini sudah menunjukkan tanda-tanda berbulan-bulan lalu, lantas apa yang bisa dilakukan pemerintah dengan dana yang mungil itu? Tentu tidak akan maksimal pemantauannya.

Di Kalimantan bencana asap karhutla, di Aceh banjir, di Flores gempa. Lambat penanganannya kan? Kenapa? Karena Uangnya gak ada. Habis buat MBG dan Kopdes. Bahkan untuk menerapkan status menjadi “bencana nasional” juga mikir-mikir, status itu bisa menggeser anggaran, dan anggaran yang gede itu ya BGN. Mau digeser? Ya nggaklah. MBG harus jalan terus apapun kondisinya.

Sekarang harga masker mulai naik berkali-kali lipat, sementara abu vulkanik itu masuk kategori berbahaya.

Rajin-rajin membaca ya adik-adik. Karena semuanya terhubung ke kebijakan politik.

Enam gunung api di Indonesia tercatat erupsi hampir secara bersamaan mulau pada 31 Agustus 2026, yakni Ibu, Semeru, Lewotobi Laki-laki, Ili Lewotolok, Anak Krakatau, dan Sinabung. PVMBG menegaskan erupsi tersebut tidak saling memicu karena masing-masing memiliki sistem magma berbeda.

Aktivitas vulkanik kembali terjadi pada Minggu (6/9/2026), saat Semeru erupsi dengan kolom abu sekitar 1.000 meter. Anak Krakatau juga masih aktif dan abunya terpantau hingga Jakarta serta Jawa Barat.

(FB Now I Know)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 komentar

    1. ya cukup lihat kinerja pujaanmu saat ada bencana. bagaimana dengan bencana banjir bandang di Sumatra? bagaimana dengan kebakaran hutan dan lahan yang sekarang marak? apalagi, bagaimana penanganan bencana gunung meletus yang juga klmarak sekarang ini?