
Pengusaha rokok asal Madura, Khairul Umam atau yang akrab disapa Haji Her terseret sebagai saksi dalam kasus dugaan suap importasi barang di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta penerimaan gratifikasi. Kasus ini juga berkaitan dengan penyelidikan praktik mafia cukai rokok ilegal.
Hingga September 2026, KPK telah menetapkan delapan orang tersangka dalam pusaran kasus suap importasi barang dan gratifikasi ini.
Kasus ini bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh KPK pada awal Februari 2026 terkait dugaan pengaturan dan pelonggaran importasi barang ilegal atau tiruan (KW), dengan nilai suap dan gratifikasi yang terus berkembang selama proses penyidikan.
Berikut adalah poin-poin penting terkait keterlibatan pengusaha tembakau asal Pamekasan, Madura tersebut:
- Diperiksa sebagai Saksi: Haji Her memenuhi panggilan dan diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih Jakarta pada April 2026.
- Mengaku Tidak Kenal Tersangka: Selama proses pemeriksaan, Haji Her dicecar belasan hingga puluhan pertanyaan oleh penyidik mengenai hubungannya dengan pihak-petugas Bea Cukai maupun pihak swasta yang telah ditetapkan sebagai tersangka (seperti PT Blueray). Namun, ia menegaskan tidak mengenal para tersangka dan tidak tahu-menahu soal urusan penjualan pita cukai tersebut.
- Sorotan Jejaring Bisnis: Pada September 2026, nama Haji Her kembali mencuat ke publik setelah jejaring bisnis rokok dan tembakau miliknya di Madura ramai dibahas dalam investigasi media terkait isu maraknya rokok ilegal dan regulasi tarif cukai.
Hingga saat ini, status hukum Haji Her dalam perkara tersebut masih sebatas saksi guna mengklarifikasi aliran kasus suap kepabeanan yang sedang didalami oleh KPK.
Haji Her disebut mengeluarkan uang puluhan miliar rupiah untuk memenangkan Prabowo Subianto di Madura pada Pilpres 2024.
H. Khairul Umam atau yang akrab disapa Haji Her, memang diakui memberikan kontribusi materi yang sangat besar (fantastis) untuk memenangkan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di wilayah Madura pada Pilpres 2024.
Berdasarkan keterangan dari Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran Jawa Timur pada Februari 2024, melonjaknya suara paslon nomor urut 02 di Madura tidak lepas dari peran krusial sang “Sultan Madura”. Selain mencurahkan tenaga lewat jaringan relawannya, Haji Her disebut mengorbankan materi dalam jumlah fantastis demi menggaet suara masyarakat Madura.








🌿 INSPIRASI ISLAMI HARIAN
Praktis • Edukatif • Inspiratif
📌 Mari bergabung di kanal islami.top/wa dan sebarkan kebaikan. Kanal resmi berbagi wawasan keislaman berlandaskan Al-Qur’an & As-Sunnah.
🎯 Fokus Kajian Kami:
🎥 Video pendek (Faedah harian)
📖 Wawasan keislaman
💡 Tips kesehatan
🔬 Sains: Keajaiban Ciptaan Allah
🤲 Kisah mualaf yang menginspirasi
✨ Quote motivasi islami
📝 Artikel keislaman
📰 Kabar dunia Islam
InsyaAllah, konten disajikan secara rutin dengan mengutamakan manfaat dan sumber yang terpercaya.
📲 Tafadhdholu follow channel kami:
https://islami.top/wa
🌐 *Website:* islami.top
Dan pemimpin yang didapat dari uang rokok HARAM adalah pemimpin TAK BERKUALITAS kebanggaan gerombolan TerMul dan TerWo BabRun JANCUK PKI‼️
para penjahat dan penipu
usaha rokok… HARAM
rokok ilegal… HARAM
mendukung capres haram… HARAM
ke pemilih Madura suap… HARAM
coba lihat dimana berkahnya
haram berlapis lapis haram
semoga dapat balasan didunia sebelum akhirat
di jatim ini banyak bgt bos² rokok ilegal, herannya kayak ngga tersentuh hukum
makanya yg masuk kabinet orang2 yg berjasa sm dia
soal kapabilitas no 5 😂😂
Kadrun yang dihina semuanya miskin dan kelaparan kalo ga ada MBG ternyata ada yg jadi pemodal wowo buat beli suara gimana hukumnya tuh sot.