
✍🏻Emelia @FreyaNorthnyot
I’m Swedish.
White, with Viking blood in my veins.
From the cold North where strength and honor were forged.
And yes… I’m Muslim.
Saya orang Swedia.
Putih, dengan darah Viking mengalir di pembuluh darahku.
Dari Kutub Utara yang dingin, tempat kekuatan dan kehormatan ditempa.
Dan ya… saya seorang Muslim.
Seandainya bukan karena Islam, jujur saja saya tidak tahu di mana saya akan berada hari ini. Tetapi—puji syukur kepada Allah—saya bersyukur atas berkah Islam.
Ketika saya melihat ke belakang dan merenungkan semua yang telah saya alami—penolakan, kelaparan, air mata, dan kesepian—saya menyadari bahwa setiap langkah perjalanan itu membawa saya lebih dekat kepada Tuhan.
Islam tidak menghancurkan hidup saya.
Sebaliknya, Islam meluruskan hidup saya dan membimbingnya.
Islam bukanlah agama yang dimaksudkan untuk menindas atau menundukkan orang, seperti yang diyakini banyak orang; melainkan, itu adalah agama yang mengajarkan disiplin, kesabaran, kesopanan, rasa hormat, dan tanggung jawab. Islam mengajarkan Anda bagaimana menjalani hidup yang penuh tujuan dan makna, dan bagaimana memperlakukan orang lain dengan kebaikan dan kemurahan hati.
Hari ini, bahkan beberapa orang yang dulunya dengan keras menentang saya memeluk Islam…
Mereka melihat bahwa saya teguh dalam keyakinan saya—bahwa saya kuat.
Ini karena mereka tidak pernah menyaksikan malam-malam yang saya habiskan untuk menangis. Mereka tidak pernah melihat hari-hari ketika aku kelaparan.
Mereka tidak pernah menyaksikan saat-saat ketika aku merasa benar-benar sendirian dan tersesat.
Tetapi Tuhan—Dia melihat semuanya.

Tuhan mengetahui niat tulus yang ada di dalam hatiku.
Tuhan mengetahui kesulitan dan cobaan yang harus kutanggung.
Dan, berkat rahmat-Nya yang tak terbatas, Dia terus membukakan pintu bagiku dan melancarkan jalanku, mengirimkan orang-orang ke dalam hidupku untuk mengulurkan tangan membantu.
Mereka, masing-masing dari mereka, adalah perwujudan nyata dari rahmat ilahi yang telah menyelimuti hidupku.
Perjalananku tidak pernah mudah; bahkan hingga hari ini, hidupku masih jauh dari sempurna dan tidak tanpa cobaan. Namun, Tuhan telah meringankan jalan ini bagiku, membuatnya jauh lebih mudah ditanggung daripada sebelumnya. Karena alasan ini, aku akan terus berkata, “Segala puji bagi Tuhan”—selamanya.

Sebuah pesan untuk semua orang yang baru memeluk Islam (mualaf) di seluruh dunia:
Jika Anda termasuk di antara mereka yang baru memeluk Islam dan sedang membaca kata-kata ini sekarang, saya ingin Anda tahu bahwa kisah Anda sangat berharga dan penting—dan bahwa kesulitan dan cobaan yang Anda alami adalah hal-hal yang dilihat dan dicakup oleh Allah dengan pengetahuan-Nya yang sempurna.
Terkadang—ketika Anda mengumumkan masuk Islam—orang-orang di sekitar Anda mungkin gagal memahami keputusan Anda; mereka mungkin tidak memahami motif atau implikasi penuhnya. Beberapa mungkin meragukan Anda; yang lain mungkin berusaha untuk melemahkan tekad Anda; bahkan, beberapa mungkin sepenuhnya berpaling dari Anda.
Anda mungkin kehilangan teman.
Anda mungkin menghadapi penolakan dari anggota keluarga Anda sendiri.
Anda mungkin mengalami saat-saat di mana Anda merasa sangat sendirian.
Mungkin ada hari-hari ketika Anda bertanya pada diri sendiri: Apakah perjuangan ini benar-benar sepadan dengan semua kesulitan?
Namun, ingatlah ini baik-baik: Allah telah memilih Anda.
Dari miliaran manusia di dunia ini, Allah telah membimbing hatimu kepada Islam—dan itu sendiri merupakan berkah yang tak ternilai harganya.
Perjalananmu mungkin terkadang berat, tetapi setiap pengorbanan yang kau lakukan demi Allah tidak akan pernah sia-sia.
Setiap air mata yang kau tumpahkan dalam kesendirianmu—Allah melihatnya.
Setiap doa yang kau bisikkan ketika merasa lemah—Allah mendengarnya.
Setiap langkah yang kau ambil untuk mempelajari Islam dan mempraktikkannya—Allah mencatatnya untukmu.
Dan bahkan ketika orang lain gagal memahami dirimu, Allah memahami dirimu dengan sempurna.
Terkadang, jalan seorang mualaf (orang yang kembali kepada iman) adalah jalan yang diwarnai dengan rasa kesepian di tahap awalnya; namun, melalui kesabaran, Allah mengubah kesepian itu menjadi ketenangan dan kedamaian—menggantinya dengan persahabatan yang saleh dan dengan ikatan dengan Allah yang lebih kuat dan lebih teguh dari sebelumnya.
Ujian yang sedang kau alami saat ini bukanlah hukuman; Memang, seringkali, cobaan-cobaan ini berfungsi sebagai sarana yang digunakan Tuhan untuk meninggikan kedudukanmu dan memperkuat imanmu.
Oleh karena itu… jangan menyerah.
Tetaplah teguh pada imanmu dengan tekad yang tak tergoyahkan, meskipun jalannya tampak sulit; teruslah belajar, teruslah berdoa, dan teruslah menaruh kepercayaanmu kepada Tuhan.
Suatu hari nanti akan tiba saat kamu menengok kembali perjalananmu dan menyadari bahwa setiap kesulitan yang kamu hadapi ada kemudahaan yang menyertai.
(Dari akun X Emelia @FreyaNorthnyot)







muda.. baik paras muka.. kputusan besar (mualaf)..🤲
ttg viking ane jd inget.. klo ga sala bangsa ini diperkirakan telah brsentuhan dgn Islam bahkan saat masih awal2 syiar Islam..
jika saja seandainya di Swedia yang sekuler ini bahkan cenderung pro LGBT dulu tidak kena kasus terorisme 💣 dan imigran ilegal oleh agen yahudi (barbara spectre lerner,dkk) ya mungkin Swedia bisa kurang lebih 50% islam.
yang merasa tertindas, terganggu dg islam itu orang yg otaknya kayak af alias aris fuck alias aris Wijayantolol KERE KESOT